SERANG – Kawasan Masjid Agung Banten Lama: yang terdiri dari Masjid Agung, komplek Pemakaman Sultan, Pelataran Menara dan permukiman penduduk hingga kemarin masih terendam banjir. Untuk mengatasinya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten mengerahkan empat pompa air.
Kepala DPRKP Provinsi Banten M Rachmat Rogianto mengakui belum ada sumur resapan di kawasan tersebut. “Drainase belum, tapi bukan hanya di Banten Lama saja, tapi skala kota juga harus disiapkan drainasenya,” ujar Rachmat, Rabu (2/3/2022).
Ia mencontohkan, dengan alih fungsinya irigasi jadi perumahan, maka posisi drainase perumahan harus lebih tinggi. “Tadi juga ada yang mengusulkan pembangunan embung, tapi itu jangka lama,” ungkapnya.
Kata dia, memang di kawasan Banten Lama seharusnya ada kolam retensi untuk mengendalikan banjir. Ia menerangkan, banjir yang terjadi di Banten Lama berasal dari kelokan sungai, karena alirannya deras, maka alirannya menjadi lurus dan naik ke permukiman warga.
Terkait kerusakan, ia mengaku masih diinventarisasi. “Mudah-mudahan tak berat. Tergantung kerusakan, kalau kerusakan kritis kita lihat anggarannya, tapi kalau minor bisa ditangani,” ujar Rachmat. (nna)

