PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akses utama pelajar Kampung Citoke, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, menuju sekolahnya terputus. Sebanyak 42 Kepala Keluarga (KK) di kampung itu juga tidak bisa beraktivitas. Karena, jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 2,5 yang menjadi akses utama warga ambruk.
Jembatan ambruk setelah truk bermuatan pasir untuk pembangunan majelis taklim melintasinya.
Menurut warga Kampung Citoke, Supiani, kerusakan jembatan itu membuat perekonomian dan pendidikan warga menjadi terhambat.
“Mengisolir 42 KK warga Kampung Citoke karena jembatan putus. Termasuk anak sekolah, sementara ini mereka izin libur karena takut melintasi jembatan yang saat ini tinggal kerangka beton,” katanya, Senin, 24 Agustus 2026.
Kampung Citoke terisolir karena tidak ada jalan lain yang bisa menjadi alternatif.
“Semoga saja secepatnya jembatan bisa kembali dibangun agar aktivitas warga kembali lancar,” harap Supiani.
Sebelumnya, Ketua RT di Desa Mekarsari, Ade Sarmani mengatakan, jembatan ambruk pada pukul 06.00 WIB.
“Ketika sebuah truk bermuatan bahan material pasir melintas untuk keperluan pembangunan majlis taklim,” katanya.
Jembatan itu dibangun pada tahun 2017.
“Kondisi jembatan sebelum truk muatan pasir melintas masih normal. Kendaraan melintas aman sekalipun memang sudah tambal sulam pakai batang pohon kelapa,” katanya.
Aktivitas warga untuk sekolah, mengangkut hasil pertanian, atau ke pasar menjadi terhenti.
“Otomatis untuk sementara lumpuh karena akses jalan menuju Kampung Citoke, Gendir, putus. Ya, semoga saja secepatnya pemerintah turun tangan segera melaksanakan perbaikan jembatan,” katanya.
Editor: Agus Priwandono












