LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Jembatan Gantung Lebaknangka yang menghubungkan Ciapus, Kecamatan Cijaku dan Citeupusen, Kecamatan Cihara, ambruk pada 12 Maret 2022 sekira pukul 11.00 WIB.
Ada 53 orang siswa yang mengikuti kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang dilaksanakan di sekolah pada 11 sampai 12 Maret 2022.
Pada hari kedua, para siswa SMPN 3 Satu Atap Cijaku (sebelumnya keterangan relawan BPBD SMPN 4 Cijaku) mengikuti kegiatan hiking dengan lima pos rintangan.
Melihat pemandangan bagus dengan latar jembatan gantung dan areal pesawahan, para siswa kemudian foto bersama. 39 orang berdiri di bahu jembatan gantung, sedangkan 14 orang berdiri kurang lebih dua meter di atas jembatan.
Tiba-tiba jembatan gantung penghubung dua wilayah desa dan kecamatan di Lebak Selatan ini ambruk. 14 orang siswa mengalamu luka-luka dan kaki terkilir.
“Iya, ada 14 orang yang jatuh ke sawah akibat jembatan ambruk,” kata Kepala SMPN 3 Satu Atap Cijaku Enong Jenab kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin (14/3).
Ini daftar siswa SMPN 3 Satu Atap Cijaku terjun ke Sawah. Alin Agustin, Didin Hapidin, Arija, Ruhendi, Najiah, Erina, Susanti, Yulianti, Amelia, Anita hanapiah, Ridwan, Sri, Subadri, dan Karta.*
Reporter: Mastur
Editor : Aas Arbi










