Muhasabah yang baik itu didasari oleh faktor keyakinan dan keimanan seseorang kepada Allah SWT. Niscaya, kalau kita berbuat baik, pasti Allah akan memberikan balasan yang setimpal.
Dalam menjalani hidup, manusia tidak luput dari kesalahan-kesalahan dan dosa akibat kekhilafan atau ego pribadinya.
Selain itu, ilmu atau pendapat yang dibangga-banggakan terkadang berbeda dengan kebenaran. Bertentangan dengan Al Quran dan Al Hadist.
Oleh karenanya, hendaknya manusia menggunakan setiap detik waktunya untuk selalu instrospeksi diri atas segala pemikiran dan prilakunya disesuaikan dengan ajaran Islam.
Lalu apakah Islam juga mengatur soal muhasabah ini?
Dirangkum dari berbagai sumber, dalam surah Ke 59 Al-Hasyr ayat 18, terkandung makna yang ditujukan kepada setiap orang beriman, agar selalu bertaqwa kepada Allah dan memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.
Arti lengkap Surat Al-Hasyr, ayat 18 adalah sebagai berikut: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha teliti terhadap yang kamu kerjakan.”
Sayyidina Umar RA, kata Imam Al-Ghazali, menganjurkan kita untuk melakukan muhasabah. “Hendaklah kalian lakukan muhasabah atas diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah perbuatan kalian sebelum ia kelak akan ditimbang.
Penulis /Editor: Widodo











