“Banyak teman-teman difabel terkena imbas pandemi. Lalu kita undang teman-teman difabel dan terjadi diskusi panjang. Poinnya, selain mendorong untuk memasarkan produk melalui online, teman-teman difabel juga kita berikan ruang untuk memaksimalkan usaha mereka melalui event di Pasar Gintung ini,” ujarnya.
Menurut Warman, pihaknya akan terus memberi semangat kepada komunitas difabel agar tetap bisa survive (bertahan) di tengah pandemi seperti sekarang ini. Apalagi, kebanyakan dari mereka memang lebih cekatan menjual produk melalui event-event seperti ini ketimbang penjualan online.
Pada kesempatan itu Warman juga mendorong komunitas difabel untuk membentuk unit koperasi. Melalui wadah koperasi, usaha komunitas difabel akan jauh lebih berkembang. “Saya selalu mendorong ayo buat koperasi, 9 orang juga udah cukup,” ungkapnya.
Tim Staf Khusus Presiden untuk komunitas difabel, Yustitia Arief mengapresiasi event tersebut. Ia juga meminta kegiatan seperti ini terus digalakkan Pemkot Tangerang.
“Kami berharap acara-acara seperti ini ditingkatkan, mungkin saja masih banyak teman-teman difabel belum terdata UMKM-nya,” jelasnya.
Menurut Yustitia kegiatan ini sejalan dengan apa yang dicanangkan Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019. “Salah satu sasaran strategisnya adalah ekonomi inklusif, yakni bisa memberikan ruang bagi teman-teman disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM Sumiyati mengaku terbantu dengan digelarnya kegiatan ini. Namun, ia juga meminta agar kegiatan dapat lebih diperpanjang. “Iya, semoga lebih diperpanjang. Mudah-mudahan untung,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Mastur











