“Alhamdulillah gelaran STQ di Kelurahan Ciwedus sangat luar biasa karena banyak yang mengikuti STQ ini. Ada 106 peserta yang mendaftar, ini tidak lepas dari peran pengurus RT dan RW serta DKM. Sehingga STQ ini sangat luar biasa pesertanya,” katanya.
Diakui Suherman, banyaknya peserta yang mengikuti STQ ini karena pihaknya gencar menyosialisasikan STQ ini baik di pertemuan warga langsung maupun dengan memanfaatkan medsos.
“Saya persiapkan betul STQ ini agar bukan hanya ceremony saja, tapi kita ingin masyarakat khususnya anak-anak agar gemar mengaji karena orang tua dulu habis maghrib itu budaya mengaji, namun sekarang budaya itu sedikit menghilang,” ujarnya.
Digelarnya STQ menjelang bulan Ramadan ini, kata Dia, agar anak-anak menjadi terbiasa dan semangat dalam membacakan Alquran di rumah masing-masing.
“Makanya saya berpesan kepada para orang tua bahwa habis magrib jangan menyalakan TV ataupun anak-anak pegang HP. Ini dilakukan agar membiasakan anak-anak untuk tadarus dan sebenarnya ini target kami dalam penyelenggaraan STQ ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi PM dan Kessos Kelurahan Ciwedus Uswatun Hasanah menerangkan, kegiatan STQ di Kelurahan Ciwedus dilakukan hanya tiga mata cabang lomba yakni tilawah, murottal, dan tahfidz.
“Meski hanya tiga cabang lomba tapi Alhamdulillah dari semua cabang itu banyak diminati dan pesertanya pun asli dari warga Ciwedus,” tutupnya.
Reporter : Rajudin
Editor : Merwanda











