LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Lebak bersama Keluarga Mahasiswa Lebak melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Lebak.
HMI MPO dan Kumala menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024 karena melanggar konstitusi.
Untuk itu, HMI MPO dan Kumala menuntut elit politik di Jakarta menghentikan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Lebih baik, mereka fokus menata ekonomi bangsa agar bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19.
“Manuver politik yang dilakukan pembantu Presiden Joko Widodo telah membuat gaduh dan meresahkan masyarakat. Karena itu, kita minta kegaduhan ini dihentikan,” kata Habibullah, Ketua Umum HMI MPO Cabang Lebak, Kamis 7 April 2022.
Tidak hanya itu, HMI MPO dan Kumala juga menyoroti kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, menaikan pajak, dan kenaikan harga kebutuhan pokok yang menyengsarakan rakyat.
“Pemerintah tidak mampu mengendalikan harga minyak goreng. Mereka kalah oleh mafia minyak goreng. Padahal, negara ini merupakan penghasil sawit terbesar di dunia,” tegasnya.
Persoalan tersebut merupakan bukti kegagalan pemerintah dalam melindungi hak-hak rakyatnya. Pemerintah justeru telah menyengsarakan rakyat dengan kebijakan-kebijakannya yang pro terhadap kaum kapitalis.
“Jangan bermimpi akan terjadi penundaan pemilu atau penambahan masa jabatan presiden. Lebih baik evaluasi diri, karena sejatinya negara telah gagal dalam menyejahterakan rakyat,” tegasnya.(*)
Reporter: Mastur











