PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Desa Parungkokosan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan suhu udara terasa panas menyengat pada tubuhnya. Selain Cikeusik, suhu udara panas juga dirasakan oleh warga lainnya di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan penjelasan dari BMKG bahwasannya suhu udara panas dirasakan warga Kabupaten Pandeglang bukanlah fenomena gelombang panas.
“Suhu udara terasa panas ke badan bukan main. Panasnya begitu terasa menyengat,” kata Kaur Kesra (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat) Desa Parungkokosan, Kecamatan Cikeusik, Hadi kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin (9/5).
Menurutnya, suhu udara panas dirasakan dalam beberapa hari ini. Tepatnya setelah Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.
“Suhu panas dirasakan bukan hanya siang hari tetapi di waktu pagi dan malam hari juga. Membuat badan menjadi gerah hingga harus buka baju karena memang panas banget,” katanya.
Hadi mengungkapkan, suhu panas yang dirasakan berbeda dengan hari biasanya. Ketika hari biasa udara panas akan hilang ketika terjadi hujan dan bertiup angin.
“Tapi panas ini beda, sekalipun turun hujan badan tetap saja terasa gerah. Begitu juga kalau sedang ada angin tetap saja panas, saya juga aneh kok cuacanya begitu panas,” katanya.
Warga Pandeglang lainnya, M Ikbal menambahkan, suhu udara panas di rasakan bukan hanya saat berada di luar ruangan tetapi juga di dalam rumah.
“Badan terasa gerah dan pengennya minum air es aja. Soalnya udara terasa panas dan bikin haus,” katanya.

