Akibatnya, mau ga mau Mansyur pun terpaksa mengurangi pembelian kedua bahan dapur tersebut. Yang biasanya beli 2 kilogram bawang merah dan cabai rawit, kini hanya beli 1 kilogram saja.
Namun, siasat yang dilakukannya untuk mengurangi penggunaan cabai rawit dan bawang merah yang biasanya dipakainya untuk membuat bubur ayam, malah membuat bubur dagangannya sepi pembeli.
“Banyak konsumen yang ngeluh, kenapa bawang gorengnya cuman dikit, sambelnya juga ga pedes. Jadinya mereka ga beli di saya lagi,” katanya.
Ade, salah seorang penjual cabai dan bawang di Pasar Rangkasbitung mengungkap, kenaikan kedua bahan dapur itu sudah terjadi sejak akhir Mei lalu.
Katanya, kenaikan harga disebabkan oleh biaya angkut cabai dan bawang juga sayuran lainnya yang mahal.












