SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aksi Cepat Tanggap bersama Pengusaha Penghafal Qur’an (PPQ) telah membangun Madrasah Darul Hidayah di Kampung Bungur Gede, Desa Curug Ciung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Sebelum direnovasi, kondisi madrasah sangat memprihatinkan, lantaran kondisinya sangat tidak layak, tak ada jendela dan pintu, serta lantai dan atap rusak parah. Bahkan hanya tersedia satu ruang kelas yang digunakan oleh 70 siswa/santri.
Head of Program ACT Serang Raya, Alamsyah mengatakan, pembangunan Madrasah Darul Hidayah di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang menjadi prioritas ACT bekerjasama dengan PPQ, untuk memastikan keselamatan para santri dan ustadz yang mengajar sebab bangunan madrasah rawan roboh.
“Alhamdulillah pembangunan madrasah yang dilakukan sejak awal tahun 2022, telah rampung dan diresmikan akhir Juni. Semoga hasil pembangunan madrasah bisa bermanfaat untuk membantu anak-anak di Kampung Bungur Gede gemar mengaji,” kata Alam dalam keterangan pers yang diterima Radar Banten, Sabtu 2 Juli 2022.
Lebih lanjut dikatakan Alam, ACT akan terus bermitra dengan Pengusaha Penghafal Qur’an serta donatur lainnya, untuk terus membantu masyarakat terutama dalam bidang pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih khususnya kepada PPQ yang telah memberikan bantuan terbaiknya, sehingga madrasah Darul Hidayah di Pandeglang dapat berdiri kokoh dan layak. Ke depan ACT dan PPQ akan terus mendukung pemerintah terutama dalam memajukan pendidikan keagamaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Darul Hidayah Sahroni mengaku bersyukur lantaran madrasah yang dipimpinnya, mendapatkan bantuan pembangunan dari PPQ dan ACT.
“Kami ucapkan terima kasih kepada tim ACT, PPQ, dan tim relawan yang telah membangun madrasah kami menjadi layak untuk belajar ngaji para santri,” katanya.
Ia menuturkan, Madrasah Darul Hidayah telah berdiri sejak tahun 2004 dengan swadaya masyarakat, dan belum pernah renovasi sejak 2006.
“Alhamdulillah tahun 2022 ini, madrasah kami mendapatkan bantuan pembangunan dari PPQ dan ACT,” tutur Sahroni.
Reporter: Deni Saprowi











