SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memberikan peningkatan kapasitas SDM kebencanaan kepada puluhan warga Desa Pasauran Kabupaten serang yang digelar di Kantor Desa Pasauran,Kecamatan Cinangka,Kabupaten Serang,Kamis,28 Juli 2022. Karena bencana alam merupakan sebuah peristiwa alam yang tidak dapat prediksi kapan terjadinya. Maka kesiapsiagaan menjadi satu hal yang penting dilakukan guna meminimalisir dampak bencana yang dapat ditimbulkan.
Pelatihan sebagai upaya ikhtiar yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten, diantaranya melalui sosialisasi dan simulasi bencana dalam rangka peningkatan keterampilan SDM kebencanaan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi Sekretaris BPDB Provinsi Banten Hery Yulianto. Kegiatan peningkatan kapasitas sdm kebencanaan tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana.Dimana para pesertanya sendiri merupakan unsur aparatur, masyarakat serta dunia usaha yang ada di Kawasan Cinangka, khususnya Desa Pasauran.
Sekretaris BPBD Provinsi Banten Hery Yulianto menyampaikan, BPBD Banten berkolaborasi dengan BPBDkabupaten/kota/ Program Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi ikhtiar pemerintah daerah Provinsi Banten untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi di kawasan rawan bencana.Selain melakukan sosialisasi dan simulasi bencana. BPBD Provinsi Banten juga telah memasang rambu-rambu bencana yang menjadi pedoman bagi masyarakat maupun wisatawan tentang risiko bencana diwilayah tersebut.
“Dengan melihat resiko kebencanaan di sejumlah wilayah di Banten.Selain memperkuat peran desa melalui Program Destana. Kami juga terus mengembangkan kapasitas TRC (tim reaksi cepat, red) BPBD ditingkat kabupaten / kota yang pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan BPBD Banten di Kawasan Mercusuar Anyer,” terangnya.
Dijelaskan Hery, sementara untuk kegiatan peningkatan keterampilan SDM kebencanaan di Desa Pasauran diawali dengan pemaparan materi terkait resiko kebencanaan di Kabupaten Serang, dan mekanisme tanggap bencana yang dapat dilakukan warga setempat saat terjadi bencana. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari BPBD Provinsi Banten dan BPBD Kabupaten Serang.
“Para peserta diberikan pembekalan terkait langkahlangkah apa saja yang dapat dilakukan dalam upaya evakuasi mandiri saat terjadi bencana,” katanya.
Hery menerangkan, selain memberikan pemahaman dasar tentang kesiapsiagaan yang perlu dimiliki oleh masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan simulasi singkat.Dimana skenario dimulai dengan bunyi peluit yang menjadi tanda bahwa tengah terjadi bencana gempa bumi wilayah tersebut. Setelah peluit dibunyikan satu kali. Para pesertapun berlari keluar ruangan sambil melindungi kepala mereka sesuai arahan pada saat sosialiasi.
“Dengan dipandu oleh tim BPBD Provinsi Banten dan BPBD Kabupaten Serang, warga melakukan evakuasi mandiri dengan berlari mengikuti rambu-rambu bencana yang memang sudah dipasang di 28 titik di wilayah tersebut,” katanya.(adv)












