RADARBANTEN.CO.ID – Gedung City Gallery dan menara pandang Kota sejak diresmikan Walikota Tangsel Airin Rachmy Diany pada 7 Agustus tahun 2020 hingga kini belum juga dibuka untuk umum.
Sudah 2 tahun lebih gedung dan menara ini masih tertutup rapat. Padahal, pembangunan gedung City Gallery ini digadang-gadang bakal menjadi pusat ilmu sejarah Kota Tangsel dengan berbagai macam koleksi foto dan sumber literasi di dalamnya.
Selain itu menara pandang 13 lantai ini juga akan dijadikan objek wisata bagi masyarakat. Menanggapi belum dibukanya gedung City Gallery dan menara pandang, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengaku masih berkonsultasi dengan sejumlah arsitektur terkait pembenahan interior dan eksterior kedua bangunan tersebut.
“Saya kemarin berdiskusi dengan pak Budi Pradono, seorang arsitektur, (membahas-red) interornya dan di luarnya (bangunan-red) mau ditata lagi supaya lebih cantik, lebih bagus,” ujar Pilar usai melepas Kontingen Kwarcab Pramuka Kota Tangsel di Puspemkot Tangsel, Kamis, 11 Agustus 2022.
Pilar menjelaskan, selain memperindah interior dan eksterior bangunan, dirinya juga mengusulkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengisi kegiatan di tempat itu untuk menghidupkan suasana bangunan.
“Saya pinginnya juga ada tourism center, tamu-tamu dari luar kota bisa dibawa kesini. Lalu juga diisi dengan pameran-pameran, ocoprin, griya, dekranasda dan lainnya, supaya kegiatan di City Gallery ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pilar sepakat bahwa City Gallery dan menara pandang harus segera mungkin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Memang harus dikelola secara maksimal, sayang sekali kalau tidak maksimal pengelolaannya,” jelasnya.
Terkait biaya yang mungkin saja ditarik sebagai retribusi memasuki gedung, sejauh ini Pilar mengaku masih melihat aturan yang ada terlebih dahulu. “Nanti kita lihat secara aturan seperti apa. Apakah harus dengan retribusi atau tidak,” tandasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











