SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tiga bulan memimpin Provinsi Banten, Al Muktabar berjanji akan membangun akses wisata religi Tanara-Banten Lama. Rencana itu disampaikan Al Muktabar saat menemui Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara, Kabupaten Serang.
Menurut Al Muktabar, dalam rangka mendukung akses wisata religi Tanara, distribusi hasil pertanian hingga pekerja industri di pantai utara Provinsi Banten, Pemprov Banten segera memperlebar akses Jembatan Sibaya dan Jembatan Jenggot di Kabupaten Serang. Kedua jembatan tersebut berada di ruas jalan Tanara – Kawasan Banten Lama.
“Saya sudah bertemu dengan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di kediaman beliau (Pondok Pesantren An Nawawi Tanara-red) dan mendiskusikan akses wisata religi Tanara–Kawasan Banten Lama,” kata Al Muktabar saat meninjau kondisi Jembatan Sibaya di Kemayungan Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, akhir pekan kemarin.
Ia melanjutkan, secara teknis pembangunan akses wisata religi Tanara– Kawasan Banten Lama dengan menduplikasi atau membuat jembatan agar ada dua jembatan, sehingga lalu lintas di Jembatan Sibaya tidak tersendat. Jembatan Sibaya lokasinya berada di atas Pintu Air Kaliasin. Pintu air di sebelah selatan jembatan berfungsi untuk mengatur air irigasi sawah. Sedangkan pintu air sebelah utara untuk mencegah air laut masuk ke area persawahan ketika air laut pasang.
“Jembatan ini merupakan pintu air, sehingga aksesnya terbatas hanya bisa dilalui satu mobil,” tuturnya.
Masih menurut Al Muktabar, pelebaran jembatan juga mendukung distribusi hasil pertanian di wilayah pantai utara, sekaligus untuk mendukung pengembangan potensi pertanian di wilayah pantai utara.
“Ini akan mendorong betul pengembangan wisata religi dan pertanian. Desain sudah disiapkan dan segera dimatangkan,” pungkasnya.

