Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arlan Marzan mengatakan, desain duplikasi Jembatan Sibaya sudah disiapkan tahun ini.
“Desainnya tinggal dimatangkan, dan tahun depan pemprov akan melakukan pengadaan lahan untuk duplikasi Jembatan Sibaya serta akan dikaji lama waktu pengerjaan jembatannya,” tuturnya.
Arlan menambahkan, Jembatan Sibaya dan Jembatan Jenggot berada di jalur di pantai utara Provinsi Banten, yang membentang dari Kawasan Banten Lama hingga perbatasan DKI Jakarta. Adapun infrastruktur di kedua jembatan itu saat ini kondisi jalannya sudah beton dengan lebar 7 meter.
“Jalannya merupakan kewenangan Provinsi Banten dan dalam kondisi mantap. Ruas jalan ini merupakan jalur alternatif yang menghubungan destinasi wisata, kawasan pertanian, dan kawasan industri di pesisir utara Provinsi Banten,” jelasnya.
Terkait anggaran untuk pembangunan Jembatan Sibaya dan Jembatan Jenggot, Arlan mengaku akan segera diusulkan dalam APBD 2023.
“Saat ini kedua jembatan hanya memiliki lebar 4 meter, sehingga kendaraan roda empat atau kendaraan besar tidak bisa berpapasan saat melintas di jembatan,” pungkasnya.
LAPOR
Selain itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengaku telah melaporkan langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Banten terkait penanganan stunting kepada Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.
Dia mengklaim angka stunting di Banten dalam satu bulan terakhir turun. Berdasarkan data Pemprov Banten, pada Mei lalu, jumlah angka stunting di Banten yakni 35.618 anak. Pada Juni turun sebesar 1.831 anak menjadi 33.787 anak. “Sekarang ada penurunan meskipun belum begitu besar penurunannya,” ujar Al saat ditemui di gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Sabtu (13/8).

