RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Kota Tangerang Selatan mencentuskan program mengolah limbah menjadi barang bernilai ekonomis.
Melalui program ini, masyarakat di Kota Tangsel diberdayakan untuk membuat sesuatu yang berharga dari limbah dan barang-barang yang sudah tidak terpakai.
Kepala Dinkop UMKM Kota Tangsel Warman Syanudin mengatakan, beberapa limbah saat ini yang sudah dapat diolah antara lain limbah plastik, limbah kain perca, limbah garmen, koran bekas dan karung bekas.
“Misalnya kain perca, kain-kain bekas potongan kain batik ini dikumpulkan lalu diolah menjadi gantungan kunci. Lalu kain-kain bekas limbah garmen juga dapat diolah menjadi keset,” ujar Warman, Senin, 21 November 2022.
Sementara, limbah dari karung bekas diolah lagi menjadi tas belanja untuk pergi ke pasar. Begitu juga dengan limbah plastik, diolah lagi menjadi tas multifungsi, dan masih banyak lagi sampah-sampah yang diolah menjadi barang berharga.
Warman mengatakan, program ini sudah menyentuh hampir di seluruh wilayah Kota Tangsel, dan sudah menjadi mata pencarian masyarakat setempat.
“Nah, kita memang ingin mendorong masyarakat dapat menjadikan limbah sebagai peluang usaha, karena menghasilkan uang,” ujarnya. Warman mengatakan bahwa pihaknya juga terus memberi pendampingan kepada masyarakat yang sudah membuat produk berharga dari limbah.
“Ini yang kita dorong terus. Apapun barang-barang yang ada di Kota Tangsel, jika berinovasi bisa menjadi peluang usaha,” jelasnya. Lebih jauh Warman mengatakan, disamping menjadikan masyarakat menjadi pelaku UMKM baru, melalui program ini pemberdayaan ini juga sejalan dengan semangat mengurangi sampah di Kota Tangsel.
“Justru program yang kita jalankan ini sejalan dengan semangat mengurangi sampah di tingkat masyarakat dan menjadikannya sebagai peluang usaha baru,” tegasnya.
Reporter: Syaiful Adha.











