PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang mengimbau semua sekolah tingkat TK, SD dan SMP melaksanakan kegiatan edukasi mitigasi bencana alam terhadap anak didiknya. Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran nomor 338/3560-Dikpora tahun 2022.
Sekretaris Dikpora Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, semua kepala satuan pendidikan diimbau melaksanakan edukasi mitigasi bencana alam.
“Jadi semua kepala TK, SD dan SMP diimbau melaksanakan giat edukasi mitigasi bencana pada anak didiknya. Di semua tingkatan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin (2/1).
Giat edukasi dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di lingkungan satuan pendidikan. Waktunya secara serentak dilaksanakan pada hari Senin, 2 Januari 2023.
“Melalui edukasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam menghadapi bencana alam. Sehingga membuat mereka menjadi lebih mengerti dan memahami saat terjadi bencana langkah pertama yang utama adalah upaya penyelamatan diri secepatnya,” katanya.
Selain itu, anak-anak juga diajarkan membaca doa-doa menghadapi bencana alam. Serta pengetahuan dasar dari mitigasi bencana alam.
“Oleh karena itu semua sekolah diimbau untuk melaksanakannya. Supaya peserta didik tidak gugup saat terjadi bencana alam yang tidak diinginkan,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Pandeglang Ruli Purnama mengatakan, sangat menyambut baik kegiatan mitigasi bencana yang diprakasai oleh dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang.
“Ini sangat bermanfaat buat kami di mana anak-anak dikenalkan cara-cara bagaimana ketika bencana terjadi di lingkungannya. Pandeglang ini salah satu daerah rawan bencana mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini akan muncul kewaspadaan anak terhadap bencana dan bagaimana menanggulanginya,” katanya.

Ruli mengungkapkan, kalau Indonesia berada di wilayah lingkaran api pasifik atau cincin api pasifik dimana merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia seperti Lempeng Indo-Austalia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Serta banyaknya gunung berapi.
“Sehingga rentan bencana alam, gempa bumi, letusan gunung berapi dan sebagainya. Dan kegiatan mitigasi bencana ini merupakan salah satu upaya mengurangi resiko kalau sampai ada terjadi bencana menimpa pada lingkungan kita,” katanya.
Ruli berharap, kegiatan mitigasi dilakukan di semua jenjang pendidikan. Termasuk di tingkat SMK dan juga masyarakat umum.
“Supaya warga kita bisa meningkatkan keawaspadaannya. Dan giat edukasi ini harus dilakukan secara kontinyu, untuk di lingkungan sekolah minimal satu kali dalam satu semester,” katanya.
Kepala SMP Negeri 2 Labuan Muhamad Nahrawi Taufik menambahkan, bahwa kegiatan edukasi mitigasi bencana ini untuk memberikan pendidikan kepada siswa.
“Agar selalu siap mengantisipasi keadaan terburuk di wilayah tempat tinggalnya masing-masing. Sehingga anak tidak perlu khawatir dengan semua kejadian tetapi tetap waspada dalam situasi apapun,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aditya










