SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penampilan Arfina Rustandi menjadi sorotan dalam ajang Pentas Seni dan Budaya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.
Aksi istri dari Wali Kota Serang itu, yang ikut menampilkan atraksi debus, turut mengantarkan Kota Serang meraih Juara 3 Seni Budaya tingkat nasional.
Prestasi tersebut diraih melalui pertunjukan bertajuk “Larasing Surosowan”, sebuah sajian seni budaya yang mengangkat sejarah, nilai-nilai budaya, serta identitas masyarakat Banten.
Penampilan yang berlangsung pada 1-3 Juli 2026 itu sukses memukau dewan juri maupun ribuan penonton yang memadati lokasi acara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, penampilan Kota Serang mendapat apresiasi tinggi karena mampu mengemas kekayaan budaya Banten dalam sebuah pertunjukan yang atraktif dan sarat makna.
“Berjudul “Larasing Surosowan”, dengan sinopsis dari mitos menuju keagungan Banten. Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan kultural yang menelusuri akar mistis masyarakat Serang dan merepresentasikan transformasi perempuan menuju identitas yang beradab dalam peradaban Kesultanan Banten Lama,” kata Nuri, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurutnya, salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah keterlibatan langsung Arfina Rustandi dalam atraksi debus, seni bela diri tradisional khas Banten yang telah dikenal hingga mancanegara.
Dalam atraksi tersebut, Arfina dengan penuh percaya diri membuka kelapa muda bertuliskan “Selamat dan Sukses APEKSI 2026 Kota Medan” sebagai bagian dari rangkaian pertunjukan budaya.
“Beliau ikut andil dalam bagian atraksi ekstrem debus, yakni membuka kelapa muda yang bertuliskan Selamat dan Sukses APEKSI 2026 di Kota Medan,” ujarnya.
Aksi Arfina Rustandi tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton. Banyak pengunjung memadati area depan panggung untuk menyaksikan secara langsung atraksi debus yang menjadi salah satu ikon budaya Banten.
Nuri menilai keberhasilan Kota Serang meraih Juara III tidak hanya menjadi prestasi di bidang seni budaya, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Serang dalam melestarikan warisan budaya daerah di tengah pembangunan kota.
“Ini menjadi titik keseimbangan bagi pembangunan Kota Serang. Di bawah arahan Pak Wali Kota, kami tidak hanya fokus pada pembangunan struktural, fisik, dan tata kota, tetapi juga mengimbanginya dengan pembangunan kultural, seni, dan sumber daya manusia,” tuturnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Kota Serang mampu menghadirkan pembangunan yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
“Ke depan, Kota Serang tidak akan pernah tercabut dari akar budaya aslinya dalam membangun identitas sebagai Kota Serang madani,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











