PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nelayan budidaya udang Lobster asal Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang rugi ratusan juta rupiah akibat cuaca buruk. Kondisi cuaca buruk mengakibatkan gagal panen udang lobster dan merusak kerampa jaring apung di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang.
Salah satu nelayan budidaya udang Lobster, H Sariman mengatakan, cuaca buruk membuat dirinya merugi ratusan juta rupiah.
“Biasanya sekali panen menghasilkan udang Lobster sebanyak 600 kilo dengan harga pasar Rp220.000 (Rp132.000.000). Inimah nol karena cuaca buruk,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis (5/1).
Cuaca buruk mengakibatkan terjadinya gagal panen. Serta merusak keramba jaring apungnya. “Keramba apung punya saya sebanyak 34 kotak keramba. Ancur diterjang gelombang tinggi,” katanya.
Gelombang tinggi juga merusak akses jembatan bambu menuju keramba jaring apung. Biaya pembuatan keramba jaring apung per satu kotak Rp4.500.000.
“Jumlah kotak keramba ada 34 kotak. Kalau dihitung total biaya pembuatan Rp154.000.000,” katanya.

