SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) di Provinsi Banten hingga Jumat (11/9/2026).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, terutama paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan siswa.
Andra mengatakan, meski aktivitas erupsi mengalami penurunan, kondisi lingkungan belum sepenuhnya aman untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.
“Erupsi hari ini memang sudah menurun. Namun, berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius 3 kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Andra.
Menurutnya, perlindungan terhadap siswa menjadi pertimbangan utama pemerintah. Terlebih, abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Pemprov Banten juga terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga.
Andra menegaskan pemerintah akan terus melakukan pemantauan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk terkait pelaksanaan pembelajaran bagi siswa.
“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini, gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana












