“Orang-orang langsung turun dari tempat tinggalnya masing masing dan mencari titik yang aman dan menjauh dari gedung untuk berlindung,” katanya.
“Dan untuk di pusat gempanya terjadi gempa susulan terus menerus per 30 menit sekali lebih dari 271 gempa susulan yang berkekuatan sekitar 4 skala richter sampai tadi malam (Selasa 7 Februari 2023,” tambah Alief.
Alief menjelaskan, saat ini mahasiswa Indonesia yang berada di titik gempa berhasil di evakuasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk dibawa ke Kota Ankara.
“Alhamdulillah, kondisinya semua selamat dan 1 orang cedera pada kaki karena reruntuhan bangunan. Ini sekitar 50-60 Mahasiswa yang berhasil di evakuasi,” katanya.
“Dan sekarang KBRI masih mengevakuasi mahasiswa yang terkena dampak dari gempa di kota lainnya, terutama di kota Gaziantep, Malatya, Şanlıurfa, Diyarbakır, Adana, Adıyaman, Osmaniye, Hatay, Kilis,” tambah Alief.
Dalam proses evakuasi, kata Alief, petugas mengalamk sedikit kesulitan, karena banyak jalanan yang rusak dampak dari guncangan gempa. Saat ini, sudah banyak bantuan datang khususnya dari KBRI untuk mahasiswa Indonesia yang ada di kota Kahramanmaraş pusat gempa.










