Selanjutnya, Penguatan Kesetaraan Gender dalam Percepatan Pencegahan Stunting, Jurnalisme Sensitif Gender dan Menghindari Bias, Strategi Advokasi dan Kebijakan Persoalan Perempuan, Kesetaraan Gender dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan hingga Menelaah Kepemimpinan Perempuan. “Semua materi disampaikan oleh pemateri yang fokus pada kajiannya masing-masing,” katanya.
Penjabat (Pj) Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten, Fadli Rumakefing menjelaskan akan ada dua perspektif yang dibawa dalam tema yaitu perspektif keislaman dan keindonesiaan. “Saya akan membawa teman-teman dalam perspektif ke-Indonesia-an di mana feminisme dalam kekinian di Indonesia. Dan melihat terjadi gepakan feminisme yang terlalu vulgar,” katanya.
Menurutnya, perempuan menuntut tentang kebebasan di ruang publik tetapi terjebak dalam relasi kapitalisme dan produksi-produksi kapitalisme.”Tidak banyak perempuan bekerja dalam pabrik kapitalisme, berapa banyak perempuan-perempuan yang menjadi semacam human trafficking dalam produksi-produksi kapitalisme,” katanya.(fdr)











