PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Pandeglang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 8 Mei 2026. Pelaku tindak pidana pembunuhan berinisial Ok yang diduga mencekik pacarnya Dv hingga tewas di rumahnya di Kampung Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang.
Ok melakukan pembunuhan terhadap Dv berstatus pacar dalam kamar rumah orang tuanya di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Ok dan Dv yang saat ini bekerja sebagai kuli bangunan berdasarkan informasi diterima berstatus pacaran kurang lebih selama 8 tahunan tepatnya semenjak masih duduk di bangku SMA.
Adapun Dv statusnya gadis merupakan warga Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Kapolres Pandeglang, AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi melalui Kasat Reskrim Polres Pandeglang, IPTU Alfian Yusuf menjelaskan bahwa peristiwa itu melibatkan seorang laki-laki berinisial OK yang diduga melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya seorang perempuan berinsial Dv
“Jadi pembunuhan ini dilakukan oleh terduga pelaku seorang laki-laki dengan inisial OK, melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya seorang perempuan,” katanya, Minggu, 10 Mei 2026.
Kasat Reskrim menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 7 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di rumah pelaku yang berada di wilayah Kecamatan Mekarjaya. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban meninggal dunia setelah diduga mengalami tindakan kekerasan berupa pencekikan dan penutupan saluran pernapasan.
“Terjadi pada hari Kamis malam, di rumah pelaku. Di mana terduga pelaku ini mencekik dan menutup saluran napas korban,” katanya.
Setelah menerima laporan dari warga, personel Satreskrim Polres Pandeglang bersama jajaran kepolisian setempat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif dugaan pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap ucapan korban yang menyinggung kondisi kesehatan ibu pelaku. Emosi yang tidak terkendali diduga membuat pelaku nekat menghilangkan nyawa korban.
“Untuk motifnya ini terduga pelaku merasa sakit hati terkait ucapan dari korban yang menyinggung masalah kesehatan dari ibu terduga pelaku,” katanya.
Ibu terduga pelaku ini memang dalam kondisi sakit tidak dapat berjalan serta baru pulang dari rumah sakit. Namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
“Termasuk dugaan persoalan hubungan pribadi antara korban dan pelaku. Kalau sejauh ini yang fatalnya terkait ucapan tadi, tapi mungkin bisa dilatarbelakangi adanya dugaan perselingkuhan antara korban dengan lelaki lain,” katanya.
Sementara itu, terduga pelaku OK mengakui perbuatannya dan mengaku nekat melakukan tindakan tersebut karena tersulut emosi akibat ucapan korban yang dianggap menghina kondisi orang tuanya tengah sakit.
Editor: Bayu Mulyana









