RADARBANTEN.CO.ID – Tadarus atau membaca Al-Qur’an bersama-sama adalah salah satu kegiatan yang tidak pernah dilewatkan saat Ramadan.
Biasanya, di bulan Ramadan, banyak orang lebih rutin berinteraksi dengan Al-Qur’an, entah itu membaca, mengkaji, maupun tadabur .
Ramadan dikenal dengan Syahrul Qur’an atau bulannya Al-Qur’an, maka tak heran, jika banyak orang lebih merutinkan diri membaca Al-Qur’an.
Selain berpahala, ternyata ada keutamaan lain yang didapatkan seseorang apabila rutin membaca Al-Qur’an.
Dikutip dari buku Murajaah Planner, ada 10 keutamaan yang seseorang dapatkan apabila rutin berinteraksi atau membaca Al-Qur’an, yaitu:
1. Mendapat syafa’at pada hari kiamat.
Pada hari akhir nanti, ada beberapa syafaat atau pertolongan yang akan didapat manusia, salah satunya adalah syafaat Al-Qur’an.
Al-Qur’an akan datang sebagai penolong bagi para pembaca dan yang senantiasa mengamalkannya.
Abu Umamah Radhiyallahu berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; “Bacalah Al-Qur’an, sebab kelak ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada orang-orang yang telah membaca dan mengamalkan isinya.” (HR. Muslim)
2. Menjadi sebaik-baik manusia.
Menjadi sebaik-baik nya manusia salah satunya ada pada bagaimana interaksi seseorang dengan Al-Qur’an.
Dari Utsman bin Affan Ra menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “sebaik-baik kalian adalah yang mempelajarinya Al-Qur’an dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari).
3. Mendapat jaminan surga.
Perniagaan dengan Allah tidak akan pernah rugi, sebab sekecil kebaikan saja Allah berikan balasan terbaiknya.
Sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat Fathir ayat 29.
Membaca, mentadaburi dan mengamalkan Al-Qur’an adalah kebaikan yang balasannya telah Allah jamin, baik dunia maupun akhirat.
Tiada yang lebih indah dari kenikmatan akhirat selain bertemu dengan Allah dan ditempatkan di tempat terbaik (surga ).
4. Diumpamakan buah urtujjah.
Urtujjah adalah buah berwarna kuning yang memiliki semerbak di luar dan rasa yang lezat di dalam.
Rasulullah mengumpamakan sifat Buah tersebut seperti orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an.
Sedangkan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an Diumpamakan seperti buah kurma, tidak semerbak, namun rasanya manis.
Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an seperti buah raihanah, baunya harum namun memiliki rasa yang pahit
Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah hanzhalah, baunya tidak harum dan rasanya pahit
Ungkapan di atas adalah sebagian dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
5. Dibersamai malaikat yang mulia dan taat.
Aisyah Ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Orang yang membaca Al-Qur’an dan mahir, maka ia akan bersama para malaikat yang mulia dan taat kepada Allah. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan merasa berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (Muttafaqun alaih)
6. Obat dari segala penyakit.
Al-Qur’an diturunkan sebagai obat. Obat bagi keresahan hati yang mana sebagian besar sakit fisik itu disebabkan oleh kondisi psikis yang tidak stabil.
“Dan kami turunkan Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al isra:82).
7. Ibadah paling agung.
Abdullah bin Mas’ud berkata “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah, jika dia mencintaimu Al-Qur’an maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasulnya asul-nya.” (Atsar shahih yang diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi)
8. Mendapat pahala meskipun tidak lancar membaca.
Orang yang membaca Al-Qur’an namun terbata, tetap Allah berikan 2 pahala, pertama pahala membaca dan kedua pahala mempelajarinya, hal ini berdasarkan pada hadis dari Ummul mukminin, Aisyah Ra.
Jadi, jangan pesimis kalau tidak bisa baca Al-Qur’an, selagi hati terus bergerak untuk belajar, Allah akan bantu mampukan.
9. Diberikan kedudukan sesuai dengan banyaknya hafalan
Dari Abdullah bin Amr Ra, Nabi SAW bersabda, “dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an, ‘Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Bacalah dengan tartil sebagaimana dulu engkau mentartilkan Al-Qur’an ketika di dunia. Sebab kedudukanmu di surga, sesuai dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
10. Mendapat balasan terbaik.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dijelaskan bahwa orang-orang yang membaca Al-Qur’an itu sama seperti orang-orang yang dzikir dan meminta kepada Allah.
Maka Allah akan memberikan balasan terbaik kepada orang yang membaca Al-Qur’an sebagaimana balasan kepada orang yang berzikir dan meminta kepada Allah.
Itulah 10 keutamaan yang bisa diperoleh dari membaca Al-Qur’an.
Sesungguhnya Al-Qur’an adalah kebutuhan Ruhani yang harus terus dipenuhi oleh masing-masing diri, dengan cara membaca, mentadaburi dan mengamalkannya.
Tentunya, di samping mempelajari Al-Qur’an, pelajari juga ilmu-ilmu lainnya yang menjadi wasilah atau jalan kebaikan untuk dunia dan akhirat.
Penulis: Pipih Shofiah
Editor: Aas Arbi











