RADARBANTEN.CO.ID – Hari raya Nyepi merupakan salah satu hari raya keagamaan umat Hindu Bali yang ada di Indonesia.
Pelaksanaan nyepi dilakukan setiap Tahun Baru Saka. Bagi umat Hindu, terdapat empat pantangan selama melakukan nyepi yakni amati karya (berdiam), amati geni (tidak menyalakan perapian termasuk lampu, amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Hari itu digunakan untuk melakukan instrospeksi.
Penanggalan Saka dimulai sejak tahun 78 Masehi sebagai bagian dari awal masuknya peradaban Hindu di Nusantara.
Dikutip dari website kemenparekraf.go.id, Perayaan Nyepi di Bali dianggap sebagai momen terbaik untuk melihat sisi lain Pulau Dewata yang tak pernah sepi.
Selama perayaan Nyepi, Pulau Dewata yang biasanya penuh ingar bingar mendadak tak bergeming seharian penuh.
Suasana khidmat ini berkaitan dengan aturan yang mengharuskan masyarakat Bali untuk berdiam diri di rumah.
Bahkan selama Hari Nyepi, masyarakat pun tidak diperkenankan untuk menyalakan cahaya dan api.
Namun yang jarang diketahui masyarakat luar Bali adalah rangkaian upacara adat sebelum dan sesudah perayaan Nyepi. Sebab, ada banyak upacara adat yang dilangsungkan dalam menyambut Hari Raya Nyepi di Bali.
- Upacara Melasti
Ritual pertama yang mengawali perayaan Nyepi di Bali adalah ritual Melasti. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan Nyepi.
Biasanya ritual Melasti dilakukan di pura yang berada di dekat laut. Salah satu rangkaian Nyepi di Bali ini berlangsung tiga atau empat hari sebelum ritual Nyepi diadakan.
- Tawur Kesanga
Setelah Melasti, rangkaian perayaan Nyepi di Bali dilanjutkan dengan Tawur Kesanga atau Mecaru. Tradisi ini biasanya dilaksanakan H-1 sebelum perayaan Nyepi.











