SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menggelar sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) bencana tsunami di Kantor BPBD Banten, Kota Serang, Senin 20 Maret 2023.
Dalam KIE itu, BPBD mengundang perwakilan dari delapan Pemda se Provinsi Banten. Acara itu juga dihadiri langsung oleh Ketua Komisi V DPRD Banten Dr. Yeremia Mendrofa.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, ancaman tsunami megatrust merupakan suatu ancaman yang nyata. Katanya, di Banten terdapat beberapa daerah yang masuk dalam zona rawan tsunami seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang, Tangerang, Serang dan juga Kota Cilegon.
“Semua daerah pesisir pantai itu masuk ancaman tsunami, maka sendari dini kita harus mewaspadainya dengan melakukan mitigasi bencana guna mencegah korban jiwa maupun kerusakan materil, ” ucapnya.
Nana mengatakan, terdapat beberapa faktor atau pemicu tsunami megatrust yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik atau letusan gunung berapi di bawah laut, longsor bawah laut, dan jatuhnya benda-benda langit.
“Tanda-tanda akan ada terjadinya tsunami itu ditandai dengan gempa berkekuatan dasyat dengan durasi lebih 20 detik, air laut tiba-tiba surut dan juga hewan laut yang pergi kedaratan. Tanda-tanda itu mungkin pada siang hari bisa terlihat dengan jelas, namun jika pada malam hari akan sulit. Makanya di pesisir pantai kita siapkan petugas yang juga bekerjasama dengan stakeholder terkait. Nantinya petugas itu akan memberikan informasi faktual tentang kondisi laut, ” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia meminta kepada Pemda setempat untuk meningkatkan mitigasi bencana sedemikian mungkin khususnya di daerah rawan.
Masyarakat juga turut harus diberikan edukasi, agar bisa melakukan mitigasi bencana jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kita minta kepada Pemda setempat untuk memetakan jalur evakuasi jika terjadi tsunami, melakukan tsunami drill, dan menanam mangrove di pantai landai, ” imbuhnya.
Sukmawijaya, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Banten mengatakan, tsunami dapat dipicu oleh beberapa faktor seperi gempa Megatrust di perairan Selat Sunda.
Untuk kesiapsiagaannya, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya seperti memasang rambu-rambu evakuasi dan mengedukasi warga yang berada di daerah rawan untuk dapat melakukan evakuasi dini jika terdapat petanda akan terjadinya tsunami.
“Mulai dari sekarang, masyarakat mungkin bisa berlatih bagaimana evakuasi mmandiri seandainya terjadi bencana harus ke mana. Yang jelas mitigasi bencana dari mulai masyarakat terus kita tingkatkan, ” ucapnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Ahmad Lutfi
n











