SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terus memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana kegagalan teknologi yang berpotensi terjadi di kawasan industri. Upaya ini dilakukan seiring tingginya aktivitas industri di Banten yang memiliki risiko kebencanaan tersendiri.
Berbagai langkah telah dilakukan BPBD Banten, mulai dari bimbingan teknis, sosialisasi, hingga simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan lintas sektor. Kegiatan tersebut menggandeng stakeholder penanggulangan bencana, TNI, Polri, pelaku industri, hingga unsur masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidi, mengatakan bahwa penguatan kesiapsiagaan terhadap bencana industri menjadi prioritas penting, mengingat dampak yang ditimbulkan dapat meluas dan membahayakan keselamatan masyarakat.
“Bencana akibat kegagalan teknologi di kawasan industri memerlukan penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terencana. Oleh karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas seluruh pihak agar mampu merespons secara tepat ketika terjadi situasi darurat,” ujar Lutfi., Rabu 17 Desember 2025.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Asep Mulya Hidayat, pihaknya juga sudah menyusun Command Post Exercise (CPX) sebagai tahapan penting untuk menguji kesiapsiagaan seluruh unsur terkait potensi bencana kegagalan teknologi.
Menurut Asep, CPX bertujuan memastikan seluruh instansi memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi potensi bencana akibat kegagalan teknologi di kawasan industri.
“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada koordinasi antar-instansi, tetapi juga memastikan pola komunikasi, prosedur penanganan, sistem komando, serta alur pelaporan berjalan efektif di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Banten merupakan salah satu provinsi dengan konsentrasi kawasan industri yang tinggi. Kondisi tersebut membuat potensi bencana teknologi dapat terjadi kapan saja jika tidak diantisipasi dengan baik.
CPX disusun dalam beberapa tahapan, mulai dari penyampaian skenario kejadian, pembagian tugas antar lembaga, hingga simulasi pengambilan keputusan dan penanganan keadaan darurat berdasarkan skenario yang telah ditetapkan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BPBD Banten berharap seluruh pemangku kepentingan semakin siap, solid, dan responsif dalam menghadapi kemungkinan situasi darurat di kawasan industri, sehingga risiko terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











