RADARBANTEN – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cilegon, Arief Dharma Hartana menyatakan kebutuhan profesi Dokter di Kota Cilegon telah tercukupi.
Demikian disampaikan Arief setelah adanya pernyataan dari Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin yang menyebutkan bahwa negara Indonesia saat ini mengalami kekurangan profesi Dokter untuk melayani kesehatan masyarakat.
“Beberapa hari belakangan ini atau berapa minggu terakhir ini ada tentang kebijakan-kebijakan pemerintah yang didalamnya menyangkut masalah profesi kedokteran terutama masalah tentang kelangkaan profesi Dokter Umum maupun Dokter Spesialis,” katanya, Kamis, 30 Maret 2023.
Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kota Cilegon dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Cilegon selalu berupaya untuk mencukupi SDM kesehatan yang ada di wilayah Kota Cilegon terutama untuk profesi Dokter.
Arief juga menjelaskan, jumlah dokter di Kota Cilegon saat ini ada 492 dokter yang terdiri dari dokter umum, spesialis dan dokter intership. Dimana 411 dokter berstatus aktif dan masih melakukan praktik kedokterannya.
Dengan jumlah profesi dokter tersebut untuk wilayah Kota Cilegon yang hanya memiliki jumlah penduduk 450 ribu jiwa di nilai sudah mencukupi. Sebab WHO sendiri yang merupakan badan kesehatan dunia memiliki rasio ideal dokter umum dan penduduk adalah 1:1.000 dokter.
“Dengan kondisi jumlah anggota ini yang 492 saya rasa sudah mencukupi jadi untuk saat ini Kota Cilegon tidak terlalu bermasalah terhadap kelangkaan profesi dokter, akan tetapi kita terus meningkatkan kompetensi para dokter di Kota Cilegon, kita juga terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan untuk mengimplementasikan meningkatkan kompetensi para Nakes baik itu dokter, perawat, bidan maupun tenaga kesehatan lainnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan di masyarakat,” terangnya.










