“Sebagian besar pasien kanker payudara datang berobat ke rumah sakit setelah sakit parah. Padahal, jika terdeteksi dini dan segera diterapi, sebetulnya kanker bisa dikalahkan,” katanya.
Adapun langkah-langkah melakukan deteksi dini secara mandiri atau SADARI, menurut Yayasan Kanker Indonesia, yang bisa diikuti dengan melakukan SADARI pada 7-10 hari setelah menstruasi.
Hal pertama dilakukan yaitu berdiri tegak. Kemudian, cermati secara seksama ada tidak perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara berupa pembengkakan dan atau perubahan pada puting.
Apabila bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris itu, jangan cemas. Hal itu sudah biasa.
Langkah kedua, angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku, dan posisikan tangan di belakang kepala. Lalu dorong siku ke depan dan cermati payudara dan dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudaranya.
Selanjutnya, posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung. Setelah itu dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dadanya.
Langkah keempat, lakukan gerakan mengangkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku. Sehingga, tangan kiri memegang bagian atas punggung dan ujung jari tangan kanan meraba dan tekan area payudara.
Saat melakukan gerakan itu, cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran, dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke putting. Lalu, lakukan gerakan sebaliknya.
Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan. Jadi, kiri dan kanan harus melakukan gerakan sama.
Langkah SADARI selanjutnya yaitu melakukan gerakan cubit pada kedua puting. Kemudian, cermati dan bila ada cairan yang keluar dari puting ketika memang sedang tidak menyusui, maka segera dikonsultasikan kepada dokter.
Langkah keenam, dapat dilakukan pada posisi tiduran. Dengan terlebih dahulu meletakkan bantal di bawah pundak kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Yaitu, menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak. Hal itu dilakukan guna meraba ada tidaknya benjolan pada payudara.
Adapun upaya lainnya yaitu menghindari makanan pemicu kanker payudara. Di antaranya, menghindari makanan daging merah yang dibakar.
Seperti halnya steik atau sate yang memang lezat, tapi efeknya tidak baik bagi kesehatan payudara. Oleh karena itu, sebaiknya mengurangi mengonsumsinya tidak sampai lebih dari 500 gram dalam satu minggu.
Cara memasak dibakar itu ditengarai berpotensi menyebabkan kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker postat. Lantaran dengan cara dibakar dapat membentuk heterocyclic amines (HCAs).
Oleh karenanya, hindari sebisa mungkin termasuk menghindari mengonsumsi alkohol karena beberapa studi memastikan kalau alkohol dapat meningkatkan risiko wanita terhadap kanker payudara.
Hindari juga mengonsumsi gula berlebihan. Sekalipun rasanya manis, ternyata bisa berakibat pahit. Ketika mengonsumsi terlalu banyak gula akan melonjakkan level insulin yang dapat mempercepat pertumbuhan tumor.
Kemudian, hindari juga mengonsumsi susu tinggi lemak dan produk olahannya secara berlebihan. Sebab, menurut hasil penelitian, ketika orang yang mengonsumsi susu dan keju tinggi lemak memiliki risiko terkena kanker lebih tinggi.
Selain itu, upaya mencegah agar tidak kena kanker payudara yaitu menghindari banyak mengonsumsi daging yang sudah diproses dan mengandung bahan pengawet.
Daging olahan seperti sosis, ham, dan bacon bermetamorfosis menjadi bahan penyebab kanker ketika dikonsumsi dalam tubuh.
Jadi, sebaiknya tahan mengonsumsi daging sudah diproses agar terhindar dari kanker payudara. (pur/don)

