RADARBANTEN.CO.ID – Ramadan merupakan bulan penuh kemuliaan dan membawa kedamaian jiwa bagi yang menyambutnya.
Pada bulan ini taqwa meningkat saat Ramadan, cirinya adalah bangun lebih awal, ibadah di awal waktu, bahkan berlom-lomba melakukan amalan dalam meraih pahala Allah SWT.
Agar giat melakukan ibadah dan amalan hal pertama yang dilakukan dalah semangat dalam berdoa agar Allah memberi taufik untuk beramal salih di akhir Ramadan.
Waktu yang paling dicari pada akhir Ramadan adalah lailatul qadar, yang adanya di 10 harri terakhir Ramadan.
Allah berfirman dalam surat Al-Qadar ayat 1-3: “Sungguh Kami turunkan Alquran di malam lailatul qadar. Tahukah kamu apa itu lailatul qadar. Lailatul qadar lebih baik dari pada 1000 bulan?”
Rasulullah SAW juga mewasiatkan kepada para sahabat untuk memburu malam spesial ini. Dalam riwayat Abu Hurairah R.A dalam hadits sahih Bukhari dan Muslim:
“Barang siapa yang salat di malam lailatul qadar, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Menurut Syaikh Shalih bin Abdullah bun Hamad Al-Ushoimi, Rasulullah SAW memberikan amalan khusus untuk akhir Ramadan, yaitu menghidupkan malam lailatul qadar dengan:
Mengerjakan Salat, Membaca Alquran, dan Berdoa
Saikh juga menegaskan amalan yang dilakukan bukan semua amal, jika ada yang menganjurkan mengerjakan amalan selain 3 di atas maka itu adalah sebuah kekeliruan dalam memahami maksud ajaran syariat.
Misalnya bersedekah makanan, menyumbangkan pakaian, mengobati orang sakit, bersedekah, berbakti kepada orang tua,berbuat baik kepada tetangga dan menyambung silaturahmi.
Yang disebutkan di atas merupakan bentuk dari amalan yang tidak sesuai dengan makna hadits.
Orang yang meninggalkan salat malam, membaca Alquran, dan pergi memperbanyak amal lainnya ialah bukan yang dicontohkan oleh para salaf terdahulu dalam memahami hadits tersebut.
Maka dapat di simpulkan bahwa kita hanya perlu fokus mengerjakan 3 amalan yang telah Rasulullah SAW sebutkan di atas.
Berburu malam lailatul qadar juga memiliki makna bahwa kita sebagai manusia tidak tahu kapan kematian akan menjemput.
Dalam lailatul qadar, jika seseorang mendapatkannya maka dosa yang telah lalu akan diampuni oleh Allah.
Oleh karena itu selayaknya hamba yang lemah dan penuh dosa, sangat dianjurkan untuk berusaha mendapat malam kemuliaan tersebut.
Editor Haidaroh












