RADARBANTEN.CO.ID – Mie instan merupakan salah satu makanan instan yang banyak digemari di seluruh negeri.
Makanan instan ini merupakan mie yang proses awalnya dikukus kemudian digoreng, lalu dikeringkan dan dikemas dalam sebuah kemasan.
Mie instan disajikan dengan bumbu pelengkap yang sudah sepaket di dalam kemasan. Cara mengonsumsi mi instan dapat dimasak atau ditambah air panas kemudian didiamkan selama beberapa menit.
Komposisi untuk membuat mie biasanya menggunakan tepung terigu yang dicampur dengan air, garam, dan minyak goreng.
Mie instan termasuk ke dalam kategori makanan yang tidak sehat karena mengandung kalori dan natrium atau sodium yang tinggi.
Mengonsumsi mie dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan berbagai efek samping. Oleh karena itu setiap orang sebisa mungkin harus memberikan batas maksimal untuk mengonsumsi mie.
Berdasarkan penelitian dari The George Institute, China, Australia, dan Indonesia memberikan kontribusi paling banyak menjual mie instan dengan kandungan garam yang tinggi.
Sebanyak 765 produk mie instan dikumpulkan dari 10 negara. Cina memiliki jumlah produk mie terbesar sebanyak 283 produk, Inggris 137 produk, Selandia Baru 85 produk, disusul oleh Australia, Indonesia 28 produk dan Costa Rica 18 produk.
Mie instan memiliki kandungan Natrium yang tinggi. Kandungan Natrium dalam mi instan tertinggi ada dalam produk mie instan Cina, diikuti oleh Australia, Fiji, Samoa dan Indonesia.
WHO merekomendasikan asupan garam per hari adalah kurang dari 5 gram atau 1 sendok teh. Sedangkan asupan rata-rata global diperkirakan 10 gram perhari.
Kandungan Natrium yang tinggi pada mie dapat menjadi masalah kesehatan di masyarakat, oleh karenanya diperlukan sistem pemantauan yang kuat dan transparan untuk memastikan target asupan natrium terpenuhi.
Asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker, obesitas, osteoporosis, dan penyakit ginjal.
Bagaimana dan seberapa sering kah sebetulnya kita harus mengonsumsi mie instan?
Batas aman untuk mengonsumsi mi instan adalah 1-2 porsi dalam seminggu. Tetapi ada yang berpendapat lebih baik mengonsumsinya 1-2 kali sebulan.
Agar lebih aman, pilihlah mi instan dengan kandungan natrium yang paling rendah. Untuk mengimbangi asupan makanan yang tidak sehat, konsumsilah sayuran lebih banyak.











