RADARBANTEN.CO.ID – Trauma merupakan sebuah respon emosional yang dikeluarkan oleh tubuh karena terjadinya sebuah kejadian atau peristiwa yang mengerikan.
Jika dirimu mempunyai trauma, maka akan muncul beberapa tanda-tanda yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai peringatan bahwa seseorang mengalami trauma.
Jika sudah mengenali tanda-tanda trauma, maka sebaiknya kamu segera mencari cara bagaimana mengatasinya dan berusaha untuk menghilangkannya.
Trauma ada 3 jenis, yakni: Trauma akut, trauma kronis dan trauma kompleks. Trauma akut disebabkan oleh peristiwa yang membahayakan keselamatan.
Trauma kronis disebabkan oleh kejadian berulang dan berkepanjangan. contohnya seperti pelecehan, intimidasi, bullying, atau KDRT.
Sedangkan trauma kompleks terjadi setelah paparan kejadian atau peristiwa traumatis. Itulah tiga jenis trauma yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu.
Trauma yang dialami seseorang karena ia pernah merasakan kejadian negatif yang akhirnya terpendam dalam diri pada rentang waktu yang lama dan akhirnya menimbulkan trauma.
Seseorang dapat mendiagnosis apakah ia terkena trauma atau tidak setelah mengetahui ada saja pemicunya dan tanda-tanda (gejala) yang dialami.
Tanda-tanda Trauma
Berikut adalah tanda-tanda trauma yang biasanya dirasakan oleh penderita trauma di masa lalu.
Ragu Menerima Perubahan Positif
Ragu dalam artian ini adalah ketika seseorang merasa curiga dan tidak nyaman terus-menerus ketika melakukan hal baik yang terjadi dalam hidup. Rasa ini timbul karena ia selalu merasa tidak layak untuk mendapatkan kebahagiaan semacam itu.
Rasa Takut Gagal lebih Besar
Ketika seseorang mengalami trauma masa lalu, ia cenderung akan merasakan takut berlebih akan kegagalan, dan rasa takut itu lebih besar dari motivasinya. Karena rasa takut ini akhirnya bisa membuat seseorang merasa untuk melakukan sesuatu lebih perfeksionis.
Enggan Meminta Bantuan Orang Lain
Hal ini disebabkan karena seseorang yang mengalami trauma takut membuka diri kepada orang lain dan tidak nyaman menceritakan tentang masalahnya.
Menyakiti Diri Sendiri dan Orang Terdekat
Ketika seseorang dengan trauma sedang menghadapi masalah, biasanya mereka enggan untuk meminta bantuan orang lain dan cenderung menghindar juga mengisolasi diri. Gejala lainnya bisa dalam bentuk emosi yang tidak stabil dan meledak-ledak. Karena emosi tidak stabil, tidak jarang yang memiliki trauma menyakiti diri tubuhnya sendiri.
Gejala Psikologis Tanpa Sebab
Cemas berlebih, gugup, tidak tenang, bahkan susah tidur merupakan contohnya. Tidak hanya sebatas itu, perasaan-perasaan seperti itu kerap muncul tanpa sebab yang jelas.
Jika disimpulkan dari tanda-tanda diatas, seseorang yang mengalami trauma cenderung hanya berfokus pada kekurangan dan mengabaikan kelebihan dirinya sendiri.
Cara Mengatasi Trauma
Cara mengatasi trauma agar berkurang atau bahkan hilang adalah dengan tekad yang besar. Percuma jika ingin menyembuhkannya tapi tidak ada tekad kuat dalam dirinya, jadi keyakinan terhadap diri sendiri berperan besar dalam menyembuhkan trauma.
Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri
Bentuk dari menyalahkan diri sendiri bisa dalam bentuk merasa bersalah, malu, marah, kecewa, dan mengasihani diri sendiri. Maka dari itu, belajarlah untuk menerima dirimu sendiri dan pahami bagaimana dirimu.
Mencintai Diri Sendiri
Setelah rasa cemas dan takut yang berkepanjangan, maka mulailah untuk fokus dan cintai dirimu sendiri. Ini akan membantumu keluar dari keadaan trauma yang mengganggu.
Caranya bisa dengan fokus dengan diri sendiri seperti fokus pada sekolah ataupun pekerjaan. Akan lebih bagus lagi jika dibarengi dengan kegiatan fisik seperti olah raga.
Minta Dukungan Orang Terdekat
Dukungan yang didapat dari orang-orang terdekat akan sangat berperan penting dan dapat meringankan rasa takut yang dirasakan.
Konsultasi Kepada Ahli
Jika cara-cara di atas tidak bisa kamu lakukan dan masih tidak percaya diri, maka satu-satunya jalan adalah meminta saran dari ahli. Mereka akan membantu untuk mencarikan solusi yang lebih mendetail untuk penderita trauma.
Nah, itu dia tanda-tanda dan juga langkah-langkah untuk mengatasi rasa trauma yang dialami. Semoga bermanfaat ya!












