• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Stunting Banten Capai 20 Persen, Menteri Desa Yandri Ajak Semua Pihak Bergerak

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Selasa, 3 November 2026 16:10
in Berita Utama, Kesehatan
Stunting Banten

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pusat dan Daerah terkait Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa, 3 November 2026. (Foto: Yusuf Permana)

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Prevalensi stunting di Provinsi Banten masih berada di kisaran 20 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang disebut mencapai sekitar 19 persen.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kerja kolaboratif karena persoalannya tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga kemiskinan, lapangan kerja, dan pendidikan.

RelatedPosts

Pemkab Tangerang

Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim di Kosambi

Rabu, 4 November 2026 18:04
Kendaraan Tambang

Penerapan Keputusan Gubernur Dinilai Setengah Hati, Pengawasan Lapangan Lemah

Rabu, 4 November 2026 17:58
Anggaran BPBD ditambah

Komisi I DPRD Kabupaten Serang Minta Anggaran Penanganan Bencana Dioptimalkan

Rabu, 4 November 2026 17:54
apel akbar Aslinmas Banten

Tangsel Siapkan 1.080 Satlinmas untuk Apel Akbar Aslinmas se Banten

Rabu, 4 November 2026 17:50

Hal itu disampaikan Yandri saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pusat dan Daerah terkait Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Banten. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa, 3 November 2026.

Yandri mengatakan, Banten menjadi provinsi pertama yang dikunjungi Kemendes PDT dalam rangkaian kegiatan koordinasi penurunan stunting di desa. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai lembaga dan mitra untuk memperkuat upaya penanganan stunting dari tingkat pusat hingga desa.

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah harus melihat persoalan tersebut dari hulu hingga hilir, termasuk faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi kondisi keluarga.

“Stunting itu biasanya diawali dengan persoalan gizi. Gizi berkaitan dengan persoalan kemiskinan, lapangan kerja, pendidikan, dan lain sebagainya. Maka kami di Kementerian Desa melihat stunting itu bukan hanya sekadar kekurangan gizi, tetapi ada di balik itu yang perlu kita tuntaskan,” kata Yandri.

Ia menegaskan, penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, lembaga, dan berbagai pihak terkait.

Yandri menyebut, prevalensi stunting Banten yang berada di kisaran 20 persen masih perlu ditekan. Bahkan, target jangka panjang yang ingin dicapai adalah menurunkan prevalensi hingga di bawah 10 persen untuk mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Nasional kan 19 koma, Banten itu 20. Sedikit saja. Tapi itu angka yang masih tinggi secara nasional,” ujarnya.

Menurut Yandri, target tersebut hanya dapat dicapai melalui gerakan bersama. Penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab kolektif, bukan hanya program pemerintah.

“Kalau kita mau ingin menuju Indonesia Emas, seharusnya kan di bawah satu digit, di bawah 10 persen. Nah, maka ini perlu kita keroyokan. Tidak hanya kita memandang ini sebuah tanggung jawab pemerintah, tapi semua rakyat, semua anak bangsa mesti keroyokan, berpartisipasi untuk memastikan angka stunting itu selalu kita tekan,” tegasnya.

Ia juga memastikan Kemendes PDT terus mendorong pemanfaatan dana desa untuk mendukung program penurunan stunting. Dana desa dapat digunakan untuk kegiatan penanganan stunting sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing desa.

Yandri berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat sehingga upaya penurunan stunting di Banten dapat berjalan lebih terarah.

Editor: Aas Arbi

Tags: dana desaIndonesia Emas 2045Kemendes PDTkesehatan anakmenteri desaPemprov Bantenpenurunan stuntingprevalensi stuntingstunting bantenYandri Susanto
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Hendak Tawuran, Dua Remaja Diduga Sabit Pengendara Motor di Pontang

Next Post

Satpol PP Segel Lahan Kebakaran Seberang Puspemkot Tangsel, Gubuk Bakal Dibongkar

Next Post
Penyegelan Lahan Tangsel

Satpol PP Segel Lahan Kebakaran Seberang Puspemkot Tangsel, Gubuk Bakal Dibongkar

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08
Kejati Banten

Tiga Kejari di Banten Usut Dugaan Korupsi PKBM, Kajati: Sudah Penyidikan

Senin, 2 November 2026 12:49
KADIN Banten

Enam Ketua KADIN Daerah Boikot Musprov ke-7 Banten, Desak Transparansi Dana

Selasa, 3 November 2026 11:12
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
curanmor Tangerang

Curi Motor di Tangerang, Tiga Pelaku Diburu dan Ditangkap di Pandeglang

Rabu, 4 November 2026 14:05
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Pemkot Cilegon Seleksi 13 ASN untuk Mengisi Jabatan Kepala BKPSDM

Senin, 2 November 2026 11:52

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemkab Tangerang

Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim di Kosambi

by Mulyadi
Rabu, 4 November 2026 18:04
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Baiturrohim di Desa Rawa Burung,...

Kendaraan Tambang

Penerapan Keputusan Gubernur Dinilai Setengah Hati, Pengawasan Lapangan Lemah

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 4 November 2026 17:58
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivis Aksi Kramatwatu Melawan menyoroti mengenai lemahnya pengawasan terhadap penerapan. Keputugas Gubernur (Kebgub) nomor 567 yang mengatur...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.