Setelah kematian Tabirunnasar tersebut, Allah SWT menciptakan makhluk lain untuk menghuni bumi yaitu 70 orang laki-laki. Namun tidak semuanya langsung Allah ciptakan. Apabila ada seorang yang meninggal, maka Allah ganti dengan satu laki-laki lain untuk mengisi bumi. Masing-masing dari mereka berumur 70 ribu tahun. Kabarnya satu tahun pada masa itu sama dengan seribu tahun pada masa sekarang.
Tatkala 70 orang laki-laki itu meninggal, lalu Allah SWT menciptakan Jin untuk mengisi kekosongan bumi. Sebagain dari mereka mempunyai bentuk dan rupa yang berbeda. Lalu Allah SWT mengutus satu orang diantara mereka untuk mengajarkan ilmu dan beriman kepada Allah SWT. Namun golongan jin tidak mau menerima dan mendustakan ajaran tersebut, dan Allah SWT pun mematikan jin itu.
Setelah Allah SWT menciptakan Tabirunnasar dan Jin untuk mengisi kekosongan bumi, dan kemudian Allah mematikannya. Selanjutnya Allah hadirkan mahkluk yang berpasangan dan wujudnya seperti bintang yang keluar dari neraka. Kemudian lahirlah dari pasangan makhluk tersebut sebuah anak yang di beri nama Azazil.
Setelah cukup besar, Azazil melakukan peribadatan kepada Allah SWT selama 1000 tahun lamanya. Kemudian Allah mengangkat Azazil ke langit pertama, di langit yang pertama Ajazil pun tekun beribadah. Maka Allah SWT menganugerahkan kepada sayap untuk bisa terbang. Kemudian Allah SWT menyuruhnya untuk tinggal di langit ke 2 seraya beribadah selama 1000 tahun. Singkat cerita, tiap-tiap lapisan langit ia tempati untuk melakukan peribadatan kepada Allah SWT. Inilah penghuni bumi sebelum nabi Adam Asnmenurut kebanyakan ulama.
Saat Azazil diangkat ke langit, di situ pula Allah SWT menciptakan mahluk lain yaitu Janna yang berasal dari bangsa Jin. Janna mengisi bumi selama 70 ribu tahun lamanya, hingga akhirnya melahirkan anak cucu. Kemudian Janna merasa sombong dan kufur, maka Allah SWT mematikan makhluk yang bernama Janna tersebut.
Kemudian sebagai pengganti Janna, maka Allah SWT menciptakan makhluk yang bernama Banul Janna atau Bananul Janna. Banul Janna mendiami bumi selama 18 ribu tahun, hingga akhirnya di matikan oleh Allah SWT karena sombong dan berbuat kerusakan.
Sementara itu di atas langit, Azazil dan para malaikat masih Khusyu beribadah. Hingga pada suatu waktu, Azazil mengajukan satu permohonan kepada Allah SWT untuk untuk di turunkan ke lapisan langit ke 6 dan berbuat kebaikan kepada Allah. Maka Allah SWT mengabulkan permohonan Azazil itu. Kemudian turunlah Azazil bersama 700 malaikat pengiringnya ke langit ke Enam.
Singkat cerita, setelah merasa cukup melakukan peribadatan di langit ke Enam. Azazil memohon kepada Allah untuk di turunkan ke langit ke Lima dan seterusnya, hingga sampailah ia di langit dunia.
Setelah di langit dunia, Azazil kembali memohon kepada Allah taala untuk di turunkan kembali ke bumi. Ia melakukan permohonan yang berbunyi :
” Ya Tuhanku, betapa Bananul Janna telah banyak berbuat kerusakan di muka bumi. Anugrahkanlah atas hambamu ini, dan para malaikat untuk berbuat kebaikan kehadirat-Mu di muka bumi itu.”
Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonan Azazil itu. Maka diturunkanlah ia bersama para malaikat pengiringnya untuk melakukan peribadatan dan menebar kebaikan di muka bumi, setelah sebelumnya Bananul Janna dimatikan karena berbuat kerusakan di bumi.











