TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Asep Jatnika mengimbau masyarakat untuk mewaspadai Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi.
Penyebaran penyakit tersebut sudah terdeteksi sebanyak 303 kasus di 16 kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang.
Mengutip keterangan Balai Besar Veteriner Wates, Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV) yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae. Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau.
“Penyakit LSD ini penyakit cacar menular pada ternak yang disebabkan oleh virus, kami berpesan kepada masyarakat terutama peternak apabila ditemukan gejala, seperti suhu badan tinggi dan terdapat tanda-tanda fisik seperti benjolan di kulit hewan, supaya segera laporkan kepada kami untuk ditangani secara medis,” ujar Asep, Selasa 16 Mei 2023.
Kata Asep, penyebaran atau penularan virus LSD ini bisa melalui serangga atau kontak antara hewan sakit kepada hewan sehat.
Makanya, beberapa upaya yang harus dilakukan mengenai kasus hewan ternak yang terkena LSD sama dengan penanganan terhadap hewan yang kena penyakit mulut dan kuku (PMK), yakni dipisahkan dari sapi yang sehat.
Selain itu, lanjut Asep. Tim Kesehatan Hewan yang ada di lapangan terus melakukan vaksin dan pengobatan, atau pemberian vitamin dengan melakukan lokalisir terhadap area yang terkena penyebaran LSD. Seperti dengan menjaga kebersihan kandang, penyemprotan desinfektan dan memotong mata rantai penularan melalui vector penyakit seperti lalat.
“Kami akan coba maksimalkan kira-kira apa yang bisa kita lakukan, apakah di waktu senggang kita vaksinasi PMK,”ucapnya.
DPKP Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa kasus hewan ternak sapi yang terjangkit LSD atau penyakit kulit berbenjol di wilayahnya itu menembus angka 303 ekor.
“Hingga 3 Mei kemarin, terdapat 219 kasus di 13 kecamatan. Tetapi ternyata masih ada tambahan lagi di tiga kecamatan dengan total 303 kasus LSD,” terang Asep
Menurut Asep, dari penambahan jumlah kasus penyakit kulit berbenjol pada hewan ternak itu mengalami perluasan tingkat penularannya. Sebelumnya hanya ditemukan di 13 wilayah kecamatan, kini bertambah tiga wilayah dengan total menjadi 16 kecamatan yang teridentifikasi adanya penyakit tersebut.
“Ini cukup signifikan peningkatannya, karena memang kendalanya kami sedang kejar tayang untuk program vaksinasi PMK yang 10 ribu,”katanya.
Asep juga mengungkapkan, terhadap ratusan hewan ternak yang dinyatakan positif terpapar penyakit kulit terdapat benjolan, umumnya hewan ternak sapi.
“Nah, yang terpapar itu kebanyakan hewan ternak jenis sapi, dan secara umum kebanyakan kasus dari sapi,” imbuhnya.
Asep menambahkan, hal ini bisa terjadi pengurangan kasus, karena sebagian hewan sapi yang sebelumnya dinyatakannya positif LSD sejauh ini sudah mulai sembuh seiring dengan upaya pengobatan yang dilakukan oleh pihaknya.
“Dengan dilakukan upaya pengobatan yang dilakukan oleh pihaknya, maka tingkat kesembuhan LSD pada sapi akan akan semakin baik,”pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Aas Arbi

