TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangsel berjanji akan membeli sebagian lahan untuk akses masuk menuju SDN Lengkong Karya, pasca aksi pemagaran gerbang sekolah.
Kesepakatan jual beli lahan antara Pemkot Tangsel dengan pemilik lahan bernama Hardi Widjaja dan Supardi Bagor rupanya belum 100 persen selesai.
Pemkot Tangsel maupun pemilik lahan, dalam pernyataannya masih beda dalam hal hitung-hitungan luas dan harga tanah.
Beda hitung-hitungan dalam menaksir harga tanah itu dapat terlihat dari pernyataan Walikota Tangsel, Benyamin Davnie; pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Deden Deni; dan pernyataan pemilik lahan Hardi Widjaja.
Benyamin Davnie menegaskan, Pemkot Tangsel hanya akan membeli total 70 meter lahan. Komposisinya masing-masing pemilik lahan menjual 40 meter dan 30 meter.
“Sudah sepakat, kesepakatan tertulisnya sudah selesai. Kita butuhnya hanya 70 meter. Jadi ada dua pemilik, masing-masing kita beli 40 meter dan 30 meter,” ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, Kamis, 20 Juli 2023 lalu.
Namun, pemilik lahan bernama Hardi Widjaja memiliki versi berbeda terkait luas lahan yang disepakati untuk dibeli.
Menurutnya, total luas lahan yang disepakati untuk dibeli adalah 80 meter, terdiri dari 60 meter lahan miliknya dan 20 meter lahan milik Supardi Bagor.
“Mungkin bapak Walikota tidak tahu jelas total luas tanah yang mau diganti rugi. Yang disebutkan bapak Matoda dari Dewan dan pak Rudy dari Dinas Pendidikan kemarin itu sudah betul, total 80 meter, terdiri dari tanah saya 60 meter dan tanah Supardi Bagor 20 meter,” ujarnya, Kamis, 21 Juli 2023.
Terbaru, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Deden Deni, justru masih menunggu kepastian pengukuran dari tim apparsial.
Meski begitu, Deden mengatakan, tanah yang akan dibebaskan itu dia perkirakan totalnya 70 meter, dengan rincian 50 meter tanah milik Hardi Widjaja dan 20 meter tanah milik Supardi Bagor.
“Jadi untuk pembebasan lahannya, untuk jalan sampai ke depan itu kurang lebih panjangnya 50 meter dan lahan disamping pagar yang kita jebol kira-kira 20 meter. Tapi untuk persisnya nanti kita ukur ulang,” ujarnya saat meninjau pembongkaran tembok samping sekolah untuk dijadikan akses baru, Jumat, 22 Juli 2023. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono












