SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Penataan yang dialiukan oleh Pemerintah Desa Pengawinan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang memukau tim juri yang melakukan penilaian di desa tersebut.
Pasalnya, Desa Pengawinan menata sebanyak dua RW yakni diantaranya RW 03 Kampung Bayur, dan RW 02 Kampung Bayur Kidul dengan masing-masing RW tersebut menonjolkan inovasi yang berbeda-beda.
Tim juri LKBA yang terdiri Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Serang Adie Ulumudin, perwakilan dari kepolisian AKP Dede Ahmad Djajat, dan perwakilan dari TNI Sugeng dibuat takjub dengan penataan serta sambutan warga yang sangat antusias.
Pantauan di lokasi warga RW 03 Kampung Bayur pada perlombaan LKBA tahun ini menata rapi lingkungan, mulai dari membuat kaligrafi yang mencirikan budaya masyarakat setempa, menanam tanaman obat keluarga atau toga disetiap halaman ruman serta membuat saung bernama kampung pelangi sebagai tempat bersantai yang didalamnya dilengkapi taman baca dan tempat berswafoto.
Sementara di RW 02 kampung bayur kidul warga membuat replika kapal yang menggunakan bahan dasar dari bambu dengan memanfaatkan pontensi alam di sekitar.
Salah seorang tim juri LKBA Adie Ulumudin mengatakan selain menilai penataan lingkungan, pihaknya juga menilai potensi-potensi yang berada di desa tersebut, mulai dari para pelaku perajin UMKM hingga bank sampah.
“Semua unsur ada, termasuk pembentukan pemuda penggerak lingkungan. Tadi saya cek sudah di-SK-kan oleh kepala desa,” katanya Selasa 29 Agustus 2023.
Pihaknya mengapresiasi terhadap warga yang telah menata rapi lingkungan, terutama dalam hal membuatkan inovasi-inovasi yang memanfaatkan lahan kosong.
“Kami datang luarbiasa antusiasme warganya sangat tinggi, kami juga terperangah kondisi lingkungan yang rapih dan tertata dan ini harus menjadi percontohan untuk desa-desa lain bagaimana membentuk lingkungan yang bersih, aman dan nyaman,” jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya berpesan kepada warga agar dapat merawat yang sudah ditata rapi selama perhelatan LKBA 2023.
Pihaknya juga memberikan sedikit catatan kepada pemerintah Desa agar nantinya dapat sedikit diperbaiki. “Sedikit terkait ketersesdiaan tempat sampah yang belum terpilah, ada cuman belum banyak di beberapa titik. Itu yang harus dimasifkan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Pengawinan Mas’ud mengucapkan terimakasih kepada tim juri LKBA yang sudah menilai di lingkungan Desa Pengawinan.
“Kita menonjolkan inovasi-inovasi dalam penilaian LKBA 2023 seperti replika-replika dan lain sebagainya,” jelasnya.
Selain itu mas’ud juga mengatakan dengan adanya program LKBA ini budaya gotong-royong di masyarakat semakin meningkat terutama untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka masing-masing.
“Dengan adanya LKBA masayarakat dapat memahami dan mengerti tentang apa itu gotong royong dan pentingnya hidup sehat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Aas Arbi











