SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Para petani di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, berburu ikan di sungai yang debit airnya menyusut akibat kemarau panjang.
Salah satunya di sungai yang melintasi Kampung Katiban, RT 10 RW 04, Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang.
Aktivitas tersebut selalu mereka lakukan ketika musim kemarau lantaran debit air sungai menyusut dan memudahkan mereka untuk menangkap ikan.
Selain itu, juga untuk mengisi kekosongan lantaran tidak dapat bertani karena sawahnya yang mengering.
Para petani membawa peralatan sendiri untuk menangkap dan ember untuk menampung ikan.
Beberapa petani, bahkan ada yang menangkap ikan dengan tangan kosong atau biasa disebut merogoh ikan.
Mereka kemudian secara bersama-sama turun ke sungai agar air berubah cokelat dan membuat ikan-ikan mabuk, sehingga memudahkan untuk menangkap ikan.
Salah seorang petani, Gofur, mengatakan bahwa selama musim kemarau ini, ia sementara beralih profesi mencari ikan di sungai-sungai yang debit airnya mulai berkurang karena tidak bisa bertani.
“Semua pada ngambil, banyak ikannya soalnya kalau lagi surut. Terus gampang menangkapnya,” katanya, Kamis, 5 Oktober 2023.
Ia mengatakan, ada berbagai jenis ikan yang bisa didapatkan di sungai, seperti ikan nila, lele, bayong atau gabus, dan betik.
“Tidak setiap hari, hanya kalau lagi kemarau saja sungai lagi surut kita turun ngambil ikan,” tegasnya.
Selain untuk konsumsi sendiri, Gofur juga menjual ikan-ikan hasil tangkapannya apabila mendapatkan ikan cukup banyak.
“Ya biasanya dapat lima kilo, tiga kilo. Kalau lagi banyak gitu dijual. Kalau lagi sedikit ya paling buat konsumsi sendiri,” tegasnya.
Karena kondisi lahan pertanian sedang mengering, ia pun untuk sementara mengambil profesi lain untuk mengisi kekosongan dan menambah penghasilan.
“Sehari-hari bertani, tapi kalau kering gini ya sementara menangkap ikan. Paling nanti kalau ada yang ngajak ke sawah, ya ikut ke sawah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono










