PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dalam beberapa waktu terakhir, kasus bullying kembali menjadi perhatian publik setelah video perundungan marak menyebar di beberapa media sosial.
Dalam tanggapannya, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang mengklaim telah mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap bullying.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Hasan Bisri mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memberikan arahan kepada kepala sekolah tingkat SD hingga SMP mengenai pencegahan bullying.
“Kami telah berkomunikasi dengan kepala sekolah di tingkat SD dan SMP, yang merupakan kewenangan kami. Selain itu, kami juga meminta satuan pendidikan untuk membentuk tim penanggulangan kekerasan di sekolah,” ungkapnya, Senin 9 Oktober 2023.
Dia juga menyebut bahwa telah melakukan pemeriksaan CCTV, khususnya di SMP, untuk mengawasi lingkungan luar. Rata-rata, sudah ada sekitar lima titik CCTV yang terpasang. Namun pihaknya menganggap bahwa jumlah tersebut masih kurang untuk memantau aktivitas siswa secara lebih efektif.
“Kami juga menginstruksikan untuk meningkatkan anggaran karena lima titik CCTV itu tidak mencukupi, mengingat luasnya area sekolah. Dengan demikian, pergerakan siswa dapat lebih terpantau melalui CCTV,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa dalam upaya sosialisasi pencegahan bullying, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, Kejaksaan, dan lembaga pendidikan lainnya.
Dia menekankan bahwa perundungan atau bullying tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam bentuk non-fisik, seperti ejekan bahasa atau penggunaan media sosial.
“Anak-anak bisa merasa down dan kurang percaya diri akibat ejekan verbal, dan peran media sosial juga dapat memperburuk situasi,” tambahnya.
Hasan Bisri juga mengingatkan kepada guru, wali kelas, dan kepala sekolah bahwa mereka memiliki peran lebih dari sekadar mengajar di kelas. Mereka juga harus memantau perkembangan karakter siswa.
Dia mengajak sekaligus mengimbau kepada orang tua wali siswa dan guru untuk aktif dalam mencegah bullying dengan memantau dan mengawasi perkembangan anak, baik di rumah maupun di luar rumah, serta di lingkungan sekolah. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

