SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kalapas Kelas IIA Serang Fajar Nur Cahyono menyebut penyebab kematian dua narapidananya karena menenggak Coca-Cola yang dicampur alkohol (hand sanitizer).
Hal tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap para pihak terkait.
“Mereka meminum minuman alkohol atau hand sanitizer yang mengandung alkohol 70 persen dicampur minuman Coca-Cola,” ujar Fajar, Jumat 1 Desember 2023.
Fajar mengatakan, kedua napi yang tewas tersebut bernama Beni Yulius dan Beni Priatna. Keduanya merupakan napi kasus narkoba. “Yang meninggal 2 orang, Beni Yulius pidana 5 tahun dia sudah melakukan pengusulan PB (pembebasan bersyarat), Beni Priatna pidananya 7 tahun usul PB juga,” katanya.
Fajar menjelaskan, sebelum kedua napi tersebut tewas, petugas jaga mendapat informasi terkait warga binaan pemasyarakatan yang mengeluh sakit pada Senin pagi dan siang, 27 November 2023.
Selanjutnya, warga binaan atas nama Beni Yulius dan Beni Priatna tersebut dibawa ke ruang klinik perawatan Lapas Kelas IIA Serang. Melihat kondisi keduanya tak kunjung membaik, petugas merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dalam waktu yang berbeda.
Saat dalam penanganan petugas medis, Beni Yulis meninggal terlebih dahulu. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.14 WIB.
“Yang pertama meninggal pada pukul 11.14 WIB setelah sebelumnya dilakukan tindakan oleh dokter. Selanjutnya narapidana BP (Beni Priatna) mengeluh sakit sekira pukul 11.00 WIB dan dirujuk ke RSUD Banten sekira pukul 13.00 WIB,” kata Fajar.
Saat dalam penanganan dokter di RSUD Banten, kondisi Beni Priatna juga tak kunjung membaik. Ia kemudian kritis dan meninggal dunia sekira pukul 15.10 WIB.
“Adapun kedua jenazah sebagaimana dimaksud telah diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan pada tempat tinggal masing-masing,” kata Fajar.
Fajar mengungkapkan, kedua napi tersebut diketahui ikut pesta minuman oplosan bersama 13 temannya yang lain. Mereka menenggak minuman tersebut setelah membeli Coca-Cola di kantin dan meminta hand sanitizer dari klinik.
“Permintaan (hand sanitizer) dari dua orang warga binaan, membersihkan luka bisul, koreng,” ujanya.
Akibat menenggak minuman oplosan tersebut, tujuh orang napi dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini mereka masih mendapatkan perawatan intensif. “Hari pertama, yang lima kondisinya membaik semua, namun kemarin dari yang sehat itu ada keluhan lagi terkait mata,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor : Aas Arbi











