SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Demi mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menandatangani berita acara penetapan data prioritas Kota Serang tahun 2024.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, Ina Linawati, mengatakan, Satu Data Indonesia (SDI) dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan tata kelola data yang dihasilkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Kebetulan data prioritas itu sebagai lampiran yang ditandatangani oleh kepala OPD, kemudian Sekretariat Satu Data Kota Serang itu Bappeda dengan wali data itu Kominfo,” ujarnya, Senin, 18 Desember 2023.
Dijelaskan Ina, data prioritas merupakan data penting yang dihasilkan oleh perangkat daerah. Salah satunya adalah sebagai pedoman tata kelola pemerintahan untuk mendukung perencanaan evaluasi dan pengendalian pembangunan.
“Data-data itu untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian mudah diakses dan dibagikan kepada instansi pusat ataupun daerah,” jelasnya.
Ina menuturkan, data tersebut tidak hanya untuk pemenuhan saja, namun juga untuk memberikan kemudahan bagi perangkat daerah dan masyarakat.
“Data itu kita masukkan ke Sistem Informasi Kota Serang Dalam Angka (Sikondang). Jadi berdasarkan ketentuan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, sudah terbagi nih Bappeda sebagai Sekretariat Satu Data Kota Serang, wali datanya itu Kominfo. Kita sudah berbagi tugas dan SK-nya juga sudah punya,” katanya.
Menurutnya, Bappeda akan memberikan dukungan dan pelayanan teknis, operasional, dan adminiatratif kepada forum data-data di tingkat Kota Serang.
“Jadi kita hanya melakukan fasilitas dan mendorong meminta OPD menyediakan data,” tuturnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, berharap, seluruh instansi terkait agar dapat memberikan data atau mendapatkan data harus lebih dipastikan, serta divalidasikan terlebih dahulu. Sebab, hal ini akan berpengaruh terhadap program yang akan dijalankan, sesuai dengan data yang didapat.
“Mengingat betapa pentingnya data. Masalah data ini sangat penting bagi kita semua, dalam membuat program kegiatan itu saya harapkan. Berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan, sehingga setiap output yang dijalankan sesuai dan tidak ada yang dirugikan,” ujarnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono

