SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Banten mengungkapkan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi di Provinsi Banten pada tahun ini masih tersedia. Bahkan, penyerapan beberapa pupuk subsidi masih di bawah 50 persen.
Hal itu diungkapkan oleh Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda pada Distan Banten, Wira Suhanda.
Ia mengatakan, Januari-November 2023, penyerapan pupuk subsidi untuk jenis Urea dan NPK masih di bawah 50 persen.
“Adapun rinciannya yaitu jenis Urea pada tahun 2023 ini baru mencapai 39,65 persen atau sekitar 63.076,74 dengan alokasi 104.525,24 ton dan penyerapan pupuk jenis NPK sebanyak 45,40 persen atau sekitar 30.483,21 ton dari alokasi 55.833,21 ton,” tuturnya, Senin, 18 Desember 2023.
Ia menuturkan, alokasi pupuk ini sudah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian RI dan di-SK-kan oleh Gubernur Banten dan Bupati/Walikota se-Banten. Alokasi itu masih tersedia dan jauh dari kata langka.
Wira mengungkapkan, salah satu penyebab rendahnya penyerapan pupuk subsidi ialah dampak dari fenomena El Nino yang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
“Kekeringan ini tentunya berpengaruh terhadap aktivitas tanam para petani, seperti di Kota Cilegon. Sawah di Cilegon itu lahan tandah hujan, jadi tanamnya itu hanya mengandalkan air hujan. Sehingga saat fenomena El Nino kemarin tidak bisa melakukan penanaman,” ungkapnya.
Selain itu, pendataan kelompok tani penerima pupuk subsidi juga jadi salah satu faktor. Yang mana, banyak petani yang enggan memberikan KTP kepada para penyuluh pertanian yang akan melakukan pendataan.
Padahal, penyuluh pertanian melakukan pendataan untuk memasukkan data petani ke dalam e-alokasi bantuan pupuk subsidi yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
“Persyaratan seperti KTP itu harus dilengkapi, karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) itu akan di-input dan diintegrasikan dengan data di Dukcapil. Tapi karena memang ini tahun politis, banyak petani juga yang takut memberikan KTP mereka karena takut disalahgunakan. Padahal ini untuk input data penerima pupuk subsidi,” ucapnya.
Pihaknya pun sudah melakukan upaya dengan melakukan pembinaan kepada para petani untuk segera menyerap pupuk subsidi, khususnya bagi para petani yang sudah memasuki musim penghujan.
“Kita sudah jauh hari untuk mengedukasi para petani agar memanfaatkan program pupuk subsidi ini semaksimal mungkin. Karena kita belum bisa pastikan jumlah pupuk subsidi di Januari 2024 nanti, sehingga kita para petani untuk menyerap di bulan-bulan ini,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











