SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jelang Ramadan, Pj Gubernur Banten Al Muktabar memastikan stok beras aman, baik itu SPHP maupun premium.
Bahkan, ia mendorong agar distributor beras premium untuk memperkuat pasokan. Sedangkan jumlah stok beras di Bulog sendiri mencapai 6.131 ton.
Ia memastikan jumlah itu cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan. “Kita terus melakukan operasi pasar, bupati walikota terus menggulirkan langkah operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga,” ujar Al usai membuka Rakorda TPID dan TP2DD se-Banten ‘Penguatan strategi TPID dan TP2DD dalam rangka mendukung stabilitas harga pangan dan ekonomi keuangan digital di Banten’ di Hotel Aston Serang, Rabu, 21 Februari 2024.
Bahkan, ia mengaku terus berada di lapangan untuk mengendalikan harga. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Apabila ada hal-hal tertentu yang harus ada intervensi nasional tentu harus kita melaporkannya dan siap menjalankan fungsi pemerintah daerah dalam rangka stabilisasi harga,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengatakan, kegiatan Rakorda ini merupakan momentum yang tepat untuk diselenggarakan karena mendekati hari besar keagamaan lantaran adanya fenomena kenaikan harga.
“Jadi diharapkan dengan Rakorda ini dihasilkan rekomendasi kebijakan yang perlu diambil oleh TPID maupun TP2DD,” ujarnya.
Ameriza mengungkapkan, TPID berupaya melakukan stabilisasi harga pangan. “Ada beberapa komoditas yang berpotensi naik, seperti beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan gula pasir,” terangnya.
Diharapkan, Rakorda ini dapat merumuskan kebijakan bagi TPID untuk melakukan upaya-upaya mitigasi risiko.
Reporter : Rostinah
Editor: Aas Arbi












