LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Diduga karena pengelolaan sampah yang kurang baik di Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Dengung, warga Kampung Dengung, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengeluhkan bau sampah yang menyengat.
Warga Desa Sindangmulya, Ishak, mengatakan, kejadian tersebut sudah terjadi dalam satu bulan terakhir. Bau menyengat tercium hingga ke dalam area rumah.
“Masyarakat Kampung Dengung sangat menyayangkan pengelolaan sampah di TPSA Dengung yang kian buruk, akhir-akhir ini hampir satu bulan polusi udara yang dihasilkan dari penumpukan sampah ini sudah meresahkan masyarakat Kampung Dengung,” kata Ishak kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 23 Februari 2024.
Diungkapkan Ishak, bau tersebut sangat berbahaya bagi anak dan balita. Karena dapat menimbulkan kuman karena banyak lalat di lingkungan rumah warga.
“Termasuk saya selaku warga di sini. Polusi sampah ini sangat mengganggu pernapasan ketika pagi hari, atau malam hari. Yang saya khawatir kan polusi ini untuk kesehatan balita di kampung ini, karena di sini banyak bayi, balita, anak-anak dan ibu hamil,” ujarnya.
“Bau polusi ini sampai masuk ke dalam rumah apalagi di malam hari mengganggu istirahat masyarakat. Semoga para pelaku kebijakan dan pemerintah bisa mengatasi polusi ini dengan secepat mungkin,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, membenarkan bau sampah menyengat karena ada penataan di TPSA Dengung.
“Kita ada penataan, yang semula sampah menggunung dipindahkan ke belakang agar tidak terlihat kumuh. Bau diakibatkan ada proses pemindahan sampah,” kata Iwan saat dihubungi.
Ditambahkanya, terkait bau yang menyengat pihaknya akan segera melakukan penanganan secepatnya, agar bau menyengat tidak masuk ke area rumah.
“Secepatanya secara berangsur kita tutup dengan tanah sehingga tidak bau,” pungkas Iwan. (*)
Editor: Agus Priwandono

