SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Pemkab Serang mengajak seluruh elemen masyarakat sama-sama menjaga sungai di Kabupaten Serang. Ajakan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian dalam peringatan Hari Air Sedunia ke-32.
Kata Yadi, peringatan Hari Air Sedunia menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyadari betapa pentingnya sungai di Kabupaten Serang bagi kehidupan. Untuk itu, pihaknya menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kita bekerja sama dengan komunitas peduli sungai aksinya itu ialah pertama akan menyampaikan edukasi-edukasi mengenai kepedulian sungai dari komunitas kepada masyarakat, kepada sekolah-sekolah dan masyarakat lainnya,” katanya saat ditemui di Pendopo Bupati Serang, Jumat, 22 Maret 2024.
Pihaknya tentunya akan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi sungai agar tetap baik mulai dari hulu hingga hilir terutama dalam menjaganya dari sampah.
“Kita menjaga bagaimana kondisi sungai di Kabupaten Serang dalam kondisi baik, selain itu juga sampah yang ada di sungai itu juga bisa kita bersihkan, intinya komunikasi dengan komunitas sungai,” tegasnya.
Nantinya, akan ada banyak sekali rangkaian kegiatan peringatan hari air se-dunia yang dilaksanakan sejak tanggal 23 Maret hingga 23 April 2024.
“Banyak kegiatan lainnya seperti lomba kepedulian pengelolaan irigasi dengan P3A, pengelola air, embung juga sama,” tegasnya.
Selain menjaga sungai, pihaknya juga mengajak agar masyarakat mau menjaga embung-embung yang ada di Kabupaten Serang. Hal itu ditandai dengan akan adanya perlombaan embung guna untuk menstimulus masyarakat mau menjaga dan merawat embung.
Yadi mengingatkan, jika sungai maupun embung memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan. Dengan kondisi sungai dan embung yang baik, maka mampu mengantisipasi bencana akibat cuaca seperti banjir dan kekeringan.
“Jadi karena embung itu salah satu antisipasi banjir dan suplai air baku nya bisa digunakan oleh masyarakat ketika memasuki musim kemarau,” tegasnya.
Lebih lanjut, melalui momentum Hari Air Sedunia ini kolaborasi bisa terus berlanjut dan kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai dan embung bisa semakin tumbuh.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini kita bisa menjaga sungai dan embung secara bersama untuk kebutuhan air di Kabupaten Serang,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan kolaborasi dengan seluruh steak holder yang ada di Kabupaten Serang sangatlah penting guna mewujudkan kondisi sungai yang bersih serta terbebas dari sampah.
“Keterlibatan pemerintahan, dunia usaha, keterlibatan masyarakat dengan dilibatkannya komunitas akan baik sekali kemudian teman-teman media. Kegiatan ini semoga berjalan lancar dan tidak hanya dalam pelaksanaan hari air dunia, tetapi masyarakat dengan seluruh komunitas dan kolaborasi tetap berjalan untuk selanjutnya, untuk menjaga air yang handal di Kabupaten Serang,” tegasnya.
Tatu mengaku merasa perihatin dengan kondisi sungai di Kabupaten Serang yang mengalami pendangkalan baik oleh material lumpur maupun tahan. Tentunya untuk mengatasi hal tersebut, tidak dapat mengandalkan pemerintah ataupun balai saja
“Tapi dengan kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, misalnya pendangkalan itu penyebabnya adalah sampah, tadi ada program juga aksinya itu menjaring sampah, ini juga mengurangi pendangkalan terus menjaga kebersihan air yang akan digunakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor:Merwanda












