• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Utama

Ramadan dan Inovasi Kerja

Redaksi by Redaksi
Minggu, 31 Maret 2024 08:27
in Utama, Wacana Publik
0
Ramadan dan Inovasi Kerja
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM, M.Sc,  Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: “Bekerjalah kamu, maka, Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS : At- Taubah : 105).

Mukadimah

Inovasi merupakan proses untuk mewujudkan, mengkombinasikan, atau mematangkan suatu pengetahuan/gagasan ide, yang kemudian disesuaikan guna mendapat nilai baru suatu produk, proses, atau jasa. Kata inovasi berasal dari Bahasa Inggris innovation yang berarti perubahan sehingga inovasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kegiatan atau pemikiran manusia dalam menemukan sesuatu yang baru yang berkaitan dengan input, proses, dan output, serta dapat memberi manfaat dalam kehidupan manusia.

Adapun tujuan inovasi secara umum adalah sesuatu bentuk kebutuhan yang ingin diwujudkan melalui kegiatan mengkonstruksi pemikiran dengan diimplementasikan dalam tindakan nyata atau pekerjaan nyata untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan yang diinginkan.

Untuk menciptakan inovasi perlu perencanaan yang jelas dan terstruktur. Sebab, inovasi yang dibuat oleh seorang inovator bisa mempengaruhi kehidupan di masa depan. Maka dari itu, inovasi harus memiliki perencanaan yang matang, jangan sampai dilakukan secara tergesa-gesa sehingga inovasi yang diciptakan malah tidak sesuai. Hadirnya inovasi tentu memiliki manfaat bagi masyarakat luas, sebab sebuah inovasi akan memberikan dampak yang positif.

Inovatif Ramadan pada level implisitnya ber­asal dari sabda Nabi Mu­ham­mad SAW yang mengandung imajinasi Ramadan yang berdaya kreatif tinggi. Sebut saja, misanya, kata i’tqu min an-nar (bulan be­bas dari api neraka). Secara semantik kata bebas dari api ne­raka me­miliki makna dan imajinasi yang dalam. Tidak boleh dipahami secara simbolik sehingga menyi­kapinya hanya sebatas amal ritual permohonan ampun pada Allah yang signifikansi praksisnya juga sangat terbatas. Dengan amalan Ramadan berarti harus melakukan pem­be­basan dosa antara lain dari dosa terhadap negara, prilaku aro­ganisme, kebodohan, kemis­ki­nan, intoleransi, kebahilan juga dosa etos kerja.

Bulan Ramadan dapat menjadi ujian awal untuk menguji etos kerja seseorang dalam bekerja dan merupakan sebuah amalan yang dianjurkan dalam Islam. Sebagai manusia harus pandai bersyukur dengan segala karunia kesehatan, kesejahteraan, dan kekuatan yang diberikan Allah SWT salah satunya adalah untuk meningkat etos kerja. Meskipun kita berpuasa sambil bekerja, kita harus selalu menjaga etos kerja dan meningkatkan produktivitas kita agar dapat mencapai kesuksesan dalam dunia dan akhirat. Jika etos kerja meningkat selama Ramadhan, maka sudah bisa dipastikan secara alamiah bahwa produktivitas kerjanya juga terus meningkat pada bulan-bulan setelah Ramadan.

Bekerja merupakan suatu komitmen hidup yang harus dipertangungjawabkan kepada Tuhan. Hal yang tidak kalah penting, di bulan yang penuh berkah ini hendaknya menjadi sarana intropeksi diri dan perbaikan iman, akhlaq, moral serta hati.

Wahana Pengabdian

Bulan suci Ramadan  sebagai wahana untuk meningkatkan pengabdian, dalam etos kerja sekaligus kinerja di semua satuan yang ditempati saat ini. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, taat azas dan lainnya itu haruslan dijadikan sebagai penguat dalam tugas dan kinerja.

Ada sejumlah nilai atau value yang begitu penting dalam peningkatan kualitas diri manusia. Di antaranya ialah melatih kesabaran, pengendalian diri termasuk pengendalian dari sisi kebinatangan, pengendalian emosi, mampu menahan berbagai jenis nafsu, meneguhkan jiwa hingga berujung pada peraihan dan pencapaian pribadi taqwa.

Puasa jika dikaitkan dengan kehidupan sosial masyarakat serta terkait kinerja dan pelaksanaan tanggung jawab juga banyak ditemukan dalam berbagai literasi. Di antaranya bulan Ramadan juga merupakan momentum yang mengajarkan soal solidaritas dan kepedulian sosial. Selain itu, puasa juga mendidik dan melatih soal meningkatkan disiplin diri, mengatur pola makan dan pola tidur, kekuatan fisik, tanggung jawab (responsibility) dan lain sebagainya.

Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, termasuk dalam hal meningkatkan etos kerja dan produktivitas. Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, puasa harus menjadi motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan etos kerja. Dalam berpuasa, kita diharuskan untuk menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, yang tentunya membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kedisiplinan yang tinggi. Karena itu, kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan mengatur jadwal kerja dan kegiatan sehari-hari secara lebih baik.

Bulan suci Ramadan haruslah dijadikan sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal ibadah, silaturahim, integritas, jujur dan berkarakter kuat. Semua ibadah dilipat gandakan pahalanya dan nilai ibadahnya tinggi untuk beraktivitas dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja yang baik.  Selain itu, puasa di bulan Ramadhan juga mempunyai banyak spirit, antara lain meningkatnya etos kerja manusia dalam menjalani rutinitas pekerjaanya.

Sebagai wahana pengabdian terutama pada bulan puasa, diantaranya yaitu : Pertama, dapat meningkatkan etos kerja dan produktivitas bekerja. Kedua, Bersyukur atas pekerjaan yang dimiliki, sehingga merasa tenang dalam kehidupan dan akan bekerja dari dalam hati. Ketiga, Menjaga dan mengatur waktu dengan baik saat berpuasa, karena harus membaginya antara bekerja, beribadah, dan beristirahat. Keempat, dapat Menjaga kesehatan tubuh dan pikiran etika kita berpuasa, sehingga tubuh tetap sehat, kualitas dan kuantitas pekerjaan kita akan tetap terjaga.

Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM, M.Sc, adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan & Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional).

Tags: Encep Safrudin MuhyiRamadan 2024wacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Terpilih Aklamasi, Airin Rachmi Diany Kembali Pimpin Taekwondo Banten

Next Post

18 April, Pasar Kutabumi Dibongkar, Pedagang Dibujuk agar Mau Pindah ke TPPS

Next Post
18 April, Pasar Kutabumi Dibongkar, Pedagang Dibujuk agar Mau Pindah ke TPPS

18 April, Pasar Kutabumi Dibongkar, Pedagang Dibujuk agar Mau Pindah ke TPPS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

559 KK di Tangsel Terdampak Kekeringan

559 KK di Tangsel Terdampak Kekeringan, BPBD Terus Distribusikan Air

by Syaiful Adha
Kamis, 10 September 2026 20:53
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 559 kepala keluarga (KK) atau 2.446 jiwa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terdampak kekeringan yang terjadi di...

Penambahan Anggaran

DPRD Kabupaten Serang Kawal Anggaran untuk Kebencanaan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 10 September 2026 20:45
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Serang berkomitmen akan mengawal anggaran yang diusulkan oleh Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) untuk...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.