SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Video seorang warga diamuk oleh pengendara sepeda motor viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang warga yang mengenakan sarung dikeroyok oleh orang tidak dikenal didepan sebuah minimarket.
Berdasarkan hasil penelurusan jurnalis Radar Banten, warga yang menjadi korban pengeroyokan di depan minimarket yang dikeroyok merupakan seorang ustad asal Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang bernama Muhyi.
Muhyi dikeroyok di Kampung Sukamanah, Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Kepala Desa Sukamanah Mukit mengatakan, kejadian bermula saat korban baru pulang menjenguk ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit. Saat beliau hendak pulang ke rumah orang tuanya di Desa Sukamanah, korban melihat para pelaku yang sedang nongkrong di depan minimarket.
“Itu Ustad, namanya haji Muhyi sama sopirnya santri cucu dari kiai Cangkudu. Korban ada tiga orang di dalam mobil,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa 2 April 2024.
Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 23.00 WIB.
Para pelaku yang berjumlah sebanyak delapan orang tersebut diduga sedang mabuk. Saat itu, korban yang sedang melintas tiba-tiba kendaraannya dipukul oleh para pelaku. Bahkan, korban pun dikeluarkan dari dalam mobil dan dipukuli oleh para pelaku.
“Jadi berhenti mau mampir ke rumahnya di Baros, jadi ga tau masalahnya apa tiba-tiba pelaku memukul mobil aja terus sopirnya diturunin ya berantem disitu,” katanya.
Bahkan kejadian pemukulan itu diketahui tak hanya terjadi di satu tempat saja. Korban yang berusaha lari dari amukan orang tak dikenal itu yang diduga berprofesi sebagai bank keliling dikejar hingga minimarket selanjutnya. Pemukulan pun terjadi di lokasi ke dua tersebut.
“Saat itu dikejar-kejar sampai pindah lagi ke samping indomaret, jaraknya sekitar 30 meter dari titik pertama,” tegasnya.
Ia mengatakan saat itu kondisi di depan minimarket saat sepi dari warga sekitar sehingga tidak ada warga yang berusaha melerai. Barulah pada saat di lokasi pemukulan ke dua, ada warga yang berusaha melerai.
“Jam 11 itu sepi. Nah lama kelamaan datang warga. Tau orang situ yang dipukulin barulah warga melawan,” jelasnya.
Saat itu, para pelaku pengeroyokan itu pun kabur dengan menggunakan sepeda motor. Naasnya, satu orang pelaku tertinggal dan akhirnya menjadi bulan-bulanan warga.
“Yang satu itu ketinggalan, yang lainnya kabur. Dikeroyok warga setelah itu dibawa ke Polsek Baros,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana

