SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten mendorong adanya peningkatan kualitas pengawasan yang ada di Kabupaten Serang. Hal itu lantaran adanya tantangan pengawasan yang semakin kompleks dan banyaknya temuan-temuan di lapangan.
Kepala BPOM Provinsi Banten Mojaza Sirait mengatakan, kerja sama pengawasan obat dan makanan dengan Pemkab Serang saat ini sudah berjalan dengan baik. Namun, perlu adanya peningkatan untuk menjawab tantangan-tantangan pengawasan yang semakin kompleks.
“Karena tantangan pengawasan semakin kompleks, temuan di lapangan masih ada pangan yang mengandung bahan berbahaya, bagi kesehatan,” katanya saat ditemui di Pendopo Bupati Serang usai melakukan audiensi dengan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Jumat, 26 April 2024.
Hal itu terbukti pada saat pengawasan di bulan Ramadan, tepatnya pada saat melakukan pengawasan terhadap takjil yang dijual. Pihaknya mendapati jika 9,72 persen takjil yang dijual ternyata mengandung bahan berbahaya.
Salah satu hal yang juga harus menjadi perhatian serius ialah mengenai penanganan resistensi terhadap antibiotik.”Terutama saat pengawasan di bulan Ramadan, ini perlu diintervensi bersama-sama, termasuk untuk pengendalian resistensi terhadap antibiotika yang perlu di kawal bersama-sama. Salah satu yang paling penting ialah bagaimana pengawasan obat dan makanan kita semakin baik semakin terorganisir, lebih baik ke depannya,” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta agar Bupati Serang mau membentuk tim koordinasi pembinaan pengawasan obat dan makanan supaya ada intervensi lebih yang dapat dilakukan.
“Kita melihat intervensi nya harus lebih dalam lagi lebih jauh lagi, karena katakanlah ada pelanggaran di apotek, intervensi kami sebatas memberikan peringatan, tapi kalau tidak di indahkan perizinannya kan ada di kabupaten atau kota. Nah nanti kami melihat lalau misal harus rekomendasi pencabutan izin, kami akan menyampaikannya. Ini termasuk peningkatan kualitas kerja sama,” tegasnya.
Selain itu, nantinya tim juga akan memberikan pendampingan pada UMKM yang ada di Kabupaten Serang termasuk OPD lain yang butuh pendampingan.
“Nah dinas terkait barangkali juga ada yang perlu didampingi yang selama ini kami belum tahu ini perlu sinkronisasi data. Kalau kami mendapatkan input dari Kabupaten Serang sehingga bisa kami kawal. Sehingga kami berharap jadi produk unggulan daerah,” tegasnya.
Sementara itu Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku siap meningkatkan kualitas pengawasan bersama dengan BPOM. Pihaknya pun berencana akan membentuk tim agar nantinya memiliki payung hukum. “Tadi kita akan membuat SK tim agar payung hukumnya lebih kuat lagi dan lebih banyak yang terlibat, baik pengawasan di pasar ataupun makanan di sekolah,” jelasnya.
Ia mengaku jika selama ini kerja sama antara Pemkab Serang dan BPON Provinsi Banten sudah berjalan dengan baik. Namun memang perlu adanya peningkatan pengawasan. “Kegiatannya sudah berjalan dan tentunya kami di Pemda sangat terbantu, ketika ada persoalan-persoalan minta didampingi,” tegasnya.
Untuk skema pembinaan untuk UMKM akan dibahas lebih lanjut oleh dinas terkait dan Kabag Hukum. “Kemudian untuk UMKM kami ada Diskoumperindag nanti disiapkan oleh pak Kabag Hukum dan Kadinkes atau pihak lain yang terlibat kami akan menyesuaikan,” pungkasnya. (*)
Editor : Merwanda











