KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Wilayah Balaraja dan sekitarnya. Sebanyak 250 kepala keluarga di blok M, N dan O Perumahan Grand Harmoni Balaraja, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang dilanda banjir pada Senin 29 April 2024, di mana ketinggian air mencapai satu meter lebih.
Kepala Desa Bunar, Lukmanul Hakim mengatakan, sebanyak 250 kepala keluarga terpaksa diungsikan di tenda darurat yang disiapkan oleh BPBD Kabupaten Tangerang karena banjir tersebut.
Kata Lukmanul Hakim, banjir yang menimpa warga perumahan Grand Harmoni Balaraja tersebut lantaran luapan air yang disebabkan akibat jebolnya tanggul penahan air yang dibuat oleh pengembang.
“Namun alhamdulillah, pada saat ini banjir tersebut sudah surut pak,” ungkapnya, Jumat 3 Mei 2024.
Meski sudah surut, dirinya menerangkan bahwa belum semua warga perumahan Grand Harmoni tersebut sudah pulang ke rumahnya. Namun masih ada juga yang bertahan di tenda pengungsian milik BPBD Kabupaten Tangerang.
“Kalau semuanya sih belum semua untuk pulang kerumah, karena masih ada yang proses pembersihan rumahnya,” terang Lukmanul Hakim.
Meski begitu, pihaknya bersama pemerintah Kecamatan Sukamulya akan melakukan pembersihan rumah dan saluran warga yang berada di Grand Harmoni tersebut.
“Saat ini sih tanggul pengembang yang jebol sedang dilakukan perbaikan oleh pengembang,” pungkasnya.
Sementara itu, Airlangga (45) salah satu warga Perumahan Grand Harmoni Balaraja menambahkan, meskipun banjir sudah terlihat surut. Namun kondisi banjir masih tersisa tinggal dijalan Blok N 1 dengan ketinggian air selutut orang dewasa, tetapi masih dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.
“Kalau wilayah lain telah surut dan kering bang,” terang Airlangga.
Terkait disebabkan oleh tanggul yang jebol. Airlangga mengungkapkan bahwa saat ini, pengembang perumahan tengah melakukan pembangunan tanggul yang jebol. Bahkan informasinya akan di tinggikan dan menjadi dua.
“Rencananya pengembang akan membangun dua tanggul menggunakan beton,” katanya.
Untuk kesehatan pasca banjir tersebut. Airlangga menuturkan bahwa penjagaan tenaga kesehatan yang stanby selama 24 jam membuat dirinya sebagai warga tenang.
Pasalnya, pasca banjir ini dirinya mengkhawatirkan kondisi kesehatan, khususnya bagi anak kecil.
“Disini banyak anak kecil bang, jadi khawatir aja tentang kesehatannya usai banjir seperti ini. Tapi alhamdulillah, tenaga kesehatan dari Puskesmas siap siaga,” tutupnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











