PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang dan Basarnas menghentikan sementara proses pencarian seorang pemuda bernama Pigar (19), warga Kampung Cinyawana, Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang yang dilaporkan hilang dan tenggelam di Sungai Ciliman.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana mengatakan, korban hilang di Jembatan 2 Ciliman belum ditemukan.
“Tim BPBD dan Basarnas sudah melakukan upaya pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Ciliman. Namun belum membuahkan hasil,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 12 Juni 2024.
Proses pencarian sudah berjalan dari semenjak kemarin. Kemudian dilanjutkan tadi pagi hingga sore hari.
“Pencarian di hari kedua oleh TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD dan Basarnas berhenti sementara. Karena waktu sudah sore, dan besok baru dilakukan pencarian lagi,” katanya.
Pencarian korban hilang juga dibantu oleh tim gabungan dari dinas dan instansi terkait. Serta dari pihak keluarga, perangkat desa dan masyarakat setempat.
“Semuanya bahu membahu melakukan pencarian. Semoga korban dapat segera diketemukan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Forum Kampung Siaga Bencana Provinsi Banten Beni Madsira mengatakan, pada saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian seorang pemuda yang dilaporkan hilang di Jembatan 2 Ciliman.
“Ini hari kedua pencarian. Dilakukan oleh Tim Basarnas, KSB Kecamatan Angsana dan Munjul, serta masyarakat turun ke Sungai Ciliman,” katanya
Sementara ini, sampai pukul 13.00 WIB, belum ada titik terang untuk korban. Proses pencarian bukan hanya di lakukan di aliran Sungai Ciliman tetapi juga dilakukan di darat.
“Menyisir ke perkebunan-perkebunan warga. Dan juga area hutan,” katanya.
Selain itu, proses pencarian dibantu oleh masyarakat setempat sampai menyisir jalaur jalan menuju Kecamatan Picung. Hingga ke Kecamatan Cikeusik.
“Proses pencarian masih berlangsung. Semua turun, mulai dari masyarakat, Anggota Polsek, Koramil, unsur Muspika dan perangkat desa. Kami memohon doa, agar korban dapat segera diketemukan,” katanya.
Editor : Merwanda

