LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak melakukan pendampingan terhadap tim Dinas Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran.
Kepala Disnakeswan Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, pendampingan yang dilakukan merupakan kegiatan penelusuran sapi pasundan yang merupakan ras sapi potong ternak asli Jawa Barat yang diketahui tersebar di wilayah Kabupaten Lebak.
“Pendampingan berlangsung selama empat hari, dari 24-27 Juni lalu, kegiatan dilaksanakan dalam rangka identifikasi Sapi Pasundan di Provinsi Banten,” kata Rahmat kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 1 Juli 2024.
Ia menjelaskan, dari hasil penelusuran ada sebaran sapi pasundan di wilayah Kabupaten Lebak, terutama Lebak Selatan, yakni di Kecamatan Malingping dan sekitarnya.
“Dari hasil penelusuran, terkonfirmasi bahwa terdapat penyebaran sapi pasundan di Lebak, terutama di wilayah Lebak Selatan yang secara geografis berbatasan langsung dengan Jawa Barat,” jelasnya.
Diketahui ras sapi potong yang menjadi salah sumber daya genetik (SDG) ternak asli Jawa Barat. Sapi ini ditetapkan sebagai rumpun ternak lokal Indonesia SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor /Kpts/RI/SR.10/2014.
Rahmat mengungkapkan, sebaran populasi Sapi Pasundan di dua wilayah penting, yakni wilayah sepanjang pesisir Jawa Barat dan wilayah zona penyangga hutan lindung wilayah Parahyangan utara.
“Di beberapa daerah, Sapi Pasudan lebih dikenal dengan sebutan sapi kacang, atau sapi pesisir. Sapi pasundan memiliki reproduksi yang baik, tahan cekaman panas dan secara turun temurun serta telah menyatu dengan masyarakat peternak,” ujarnya.
Ia berharap, kedepannya peternak di Lebak bisa bekerjasama dalam mengembangkan Sapi Pasundan yang ada di wilayah Kabupaten Lebak.
“Temuan tim peneliti UNPAD berharap kelompok ternak di Lebak bisa menjadi mitra dalam pengembangan Sapi Pasundan di masa mendatang,” tandasnya.
Sementara itu, peternak sapi, Rusdi menuturkan, sapi yang ada di peternakannya berkembang dengan baik. Saat ini sudah puluhan sapi yang ada di tempatnya.
“Alhamdulillah sapi di sini berkembang dengan baik, saya selalu memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan. Sudah ada sekitar 20 sapi di sini, saya kembangkan,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda












